Banyumas Ngibing 2026, Pemkab Siapkan Acara 24 Jam Menari Nonstop, Ada Seniman Mancanegara Juga
M Syofri Kurniawan April 22, 2026 05:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Ambisi menjadikan Kota Lama Banyumas sebagai pusat budaya kian ditegaskan melalui gelaran Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.

Event kolaboratif lintas negara ini tak sekadar pertunjukan seni, tetapi dirancang menjadi ikon baru pariwisata yang menghidupkan denyut ekonomi dan ruang publik berbasis budaya.

Banyumas kembali bersiap menghadirkan pagelaran budaya Banyumas Ngibing 24 Jam Menari 2026.

Event yang menggabungkan seni tari, kolaborasi lintas negara hingga aksi kreatif selama 24 jam ini digadang menjadi ikon baru pariwisata di kawasan Kota Lama Banyumas.

Hal tersebut mengemuka dalam konferensi pers yang digelar di Pendopo Si Panji pada Selasa (21/4/2026) yang dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Camat Banyumas Jakarta T, dan penggagas acara, Riyanto.

Riyanto mengungkapkan, Banyumas Ngibing tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah sukses di edisi sebelumnya. Antusiasme peserta pun meningkat tajam, bahkan banyak seniman yang mendaftar melalui media sosial dan pesan pribadi.

"Mengusung tema 'Keberagaman Jiwa-jiwa yang Menyatu Dengan Bumi' atau soul of universe, acara ini akan menghadirkan tiga penari utama yang siap tampil selama 24 jam penuh tanpa henti," katanya. 

Mereka berasal dari Jakarta, Madura, dan Amerika. Tak hanya itu, nuansa internasional semakin terasa dengan kehadiran penari dari Kazakhstan dan Belanda.

Menariknya, tahun ini juga akan ada mural 24 jam yang digarap oleh para pelukis Banyumas, menambah warna baru dalam event budaya tersebut.

Rangkaian acara dimulai 1 Mei 2026 dengan Tapa Bisu dan pertunjukan Lengger Pasar. Sementara puncak aksi menari nonstop akan berlangsung pada 2 Mei pukul 06.00 WIB hingga 3 Mei pukul 06.00 WIB.

Untuk menjaga stamina penari, tim paramedis disiagakan dengan pemeriksaan rutin setiap dua jam.

Bupati Sadewo menilai Banyumas Ngibing memiliki potensi besar mengangkat citra daerah sebagai pusat budaya.

Ia bahkan menargetkan Kecamatan Banyumas bisa dikenal sebagai Kota Lama yang menjadi rumah bagi berbagai ekspresi seni dan tradisi.

"Setiap tahun harus semakin meriah. Kita ingin Banyumas tumbuh sebagai Kota Budaya dan mendapat dukungan lebih luas," tambahnya. 

Dengan konsep yang semakin matang dan kolaborasi lintas budaya, Banyumas Ngibing diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata lokal. (Permata Sejati P)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.