TRIBUNNEWS.COM - Sederet fakta pilu mewarnai kekalahan telak Chelsea saat bertandang ke markas Brighton dalam laga pekan ke-34 Liga Inggris, Rabu (22/4/2026) dinihari tadi.
Bertanding di Amex Stadium yang merupakan kandang Brighton, Chelsea terpaksa pulang tanpa poin.
Chelsea yang bertindak sebagai tim tamu kalah telak dengan skor 3-0 di tangan Brighton.
Tim besutan Liam Rosenior bahkan sudah langsung kebobolan pada awal laga, setelah Ferdi Kadioglu mencetak gol ke gawang Chelsea menit ketiga.
Di babak kedua, Brighton menambah keunggulannya dengan mencetak dua gol lewat Jack Hinshelwood (56') dan Danny Welbeck (90+1).
Skor 3-0 untuk kemenangan Brighton atas Chelsea akhirnya mewarnai laga kedua tim.
Baca juga: Chelsea Kian Tenggelam Dibantai Brighton 3-0, Mimpi Liga Champions Kian Tamat
Brighton selaku tuan rumah jelas berhak merasa full senyum lantaran bisa mengalahkan Chelsea di momen krusial akhir musim ini.
Tambahan tiga poin kini menjaga asa Brighton untuk bisa mengamankan satu slot bermain di kompetisi Eropa musim depan.
Bahkan, Brighton punya peluang untuk bisa tampil di Liga Champions musim depan.
Dengan koleksi 50 poin dari 34 laga, posisi Brighton melesat dari urutan sepuluh ke posisi keenam.
Brighton kini hanya berjarak lima poin dari Liverpool yang berada di peringkat kelima alias batas aman terakhir zona Liga Champions.
Dengan menyisakan empat laga sisa, peluang Brighton untuk berkompetisi di Eropa musim depan benar-benar terbuka.
Sementara bagi Chelsea, kekalahan telak dari Brighton menyisakan berbagai fakta pilu bagi tim asal London tersebut.
Pertama, kekalahan melawan Brighton menandai rekor langka yang diukir Chelsea sejak November 1912, sebagaimana dilansir Opta.
Sejak 114 tahun silam, Chelsea akhirnya kembali menderita lima kekalahan beruntun tanpa bisa sekalipun mencetak gol di liga domestik.
Sebelum kalah di tangan Brighton, Chelsea diketahui sudah menelan kekalahan beruntun tanpa bisa mencetak gol dalam empat laga sebelumnya.
Empat kekalahan itu terjadi saat melawan Newcastle (0-1), Everton (3-0), Manchester City (0-3) dan Manchester United (0-1).
Lima kekalahan berturut-turut tanpa bisa mencetak satu gol pun akhirnya membuat Chelsea mengukir sejarah langka bernada negatif dengan catatan tersebut.
Kedua, Chelsea mengulangi catatan pilu saat bertemu Brighton, dengan menelan dua kekalahan dalam dua pertempuran di Liga Inggris.
Pada musim ini, Chelsea sudah menderita kekalahan baik laga kandang maupun tandang.
Hal serupa juga terjadi pada musim 2022/2023, ketika Chelsea kalah dengan cara identik melawan Brighton baikn laga kandang maupun tandang.
Ketiga, Chelsea sudah kebobolan 11 gol dari situasi sepak pojok sepanjang musim ini.
Jumlah tersebut sama dengan catatan Chelsea saat kebobolan 11 gol dari sepak pojok pada musim 1994/1995.
Chelsea pun menyandang predikat sebagai tim kedua yang paling banyak kebobolan dari sepak pojok, setelah West Ham (15 gol).
Keempat, kenyataan pahit yang harus diterima Chelsea setelah kalah melawan Brighton menyoal hampir melayangnya tiket Liga Champions musim depan.
Kekalahan terbaru yang diderita Chelsea kini membuat mereka turun ke peringkat tujuh dengan 48 poin.
Jarak poin Chelsea dengan Liverpool selaku penghuni batas aman terakhir zona Liga Champions berselisih tujuh poin.
Jarak poin tersebut bahkan berpeluang melebar menjadi 10 poin jika Liverpool menang pada laga pekan ke-34.
Peluang Chelsea untuk mengamankan slot Liga Champions pun terancam ambyar melihat situasi klasemen saat ini.
Chelsea bahkan bisa juga terlempar hingga peringkat ke-12 klasemen, jika lima tim yang berada dibawahnya menang pada laga pekan ke-34.
Melihat tren Chelsea yang semakin buruk pada akhir musim ini, jelas membuat posisi Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea di ambang pemecatan.
(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)