Puisi: FB Pro, tentang Tuhan Yang tak Sanggup Dijangkau
Dion DB Putra April 22, 2026 07:19 AM

Oleh: Dolin Ladon * 

FB Pro; tentang Tuhan Yang tak Sanggup Dijangkau

Hari-hari ini ia semakin gemar mengemas cerita
Dari bangun tidur sampai kembali tertidur
Selamat pagi pemula, salam interaksi
Ikuti yah bang, mampir yah bund
Demikian mantra yang ulang terucap,
Semua dikenalnnya, 
Semua mengenalnya
Sebab jangkauannya luas,
Namun sayang, 
Satu yang tak kuasa ia jangkau yakni Tuhan
Salamnya bukan kepada Maria
Mampirnya bukan ke Gereja
Interaksinya tidak dengan Tuhan
Jangkauannya pun tak sampai surga.
Jika demikian, lantas apa yang kelak ia dapat?

Baca juga: Puisi-Puisi Pekan Suci Paskah


Tuhan Kembali Tersalib

Sore itu,
Selepas kepergian senja
Aku mengajakmu menantikan malam
Tatkala malam datang bertabur kelam
Aku merayumu dengan kata-kata bualan
kau pun terlelap.

Tak lama berselang, tanpa kau sadari ternyata aku telah menelanjangimu.
Di atas tubuhku yang datar, engkau meringkis kedinginan,
namun tak sekalipun ku pedulikan itu
Aku terus mengecam mulutmu dengan ciuman yang mesrah sambil merabah  dua bidang dadamu yang datar.

Aku terkejut dan tersadar ketika kamu mengecap leherku sambil berbisik " yang kita nikmati adalah dosa"
Lalu berdiri kaku di hadapan salib Tuhan yang tergantung
seraya melafalkan doa pengampunan
Tuhan ampunilah aku,
sebab dosaku  terbesar adalah melucuti pakaian-Mu dan menyalibkanNya kembali tanpa busana di atas tubuhku yang rapuh.
                              

Maria Kekasih abadi

#1
Maria, masamu telah usai
Namamu tak lagi termasyhur 
Semua cerita tentangmu tidak lagi dinarasikan 
Dan  disujud dalam ujud yang tak berujung
Mungkin, engkau baru kembali dirindu  kalah semua menuai pada musim panen tiba
Tetapi tidak denganku
Engkau adalah kekasihku di sepanjang waktu yang tiada pernah kujadikan mantan.

#2
Maria, musim dingin telah tiba
Dalam dekapan hujan yang tak pasti, angin yang kadang tak mungkin
Namamu selalu kulantun dalam setiap alunan melodi rindu.

#3 
Maria, kekasihku 
mendekatlah padaku dan jangan biarkan 
nafas-nafas dingin memisahkan tubuh kita,
Duduklah di sampingku di depan perapian
Biarkanlah hangatnya merangkul jiwa kita yang beku,
Ceritakanlah kepadaku hal-hal yang telah berlalu tentangmu,
Sebab telingaku letih dengan desau angin 
yang membawa namamu kian kemari 

#4
Maria, mendekatlah padaku
Perapian telah padam dan abu menutupinya
Peluklah aku, karena lampu tak lagi menyala
Mataku telah berat dibayangi kantuk
Rangkulah aku erat-erat sebelum malam meniduriku
Ciumlah aku dengan mesrah sebelum pagi membawaku pergi.
 
*) Dolin Ladon adalah Mahasiswa IFTK Ledalero Maumere, Flores - Nusa Tenggara Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.