Comeback Gila Inter Milan ke Final Coppa Italia, Cristian Chivu Puji DNA Nerazzurri
Arif Tio Buqi Abdulah April 22, 2026 08:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu tak bisa menyembunyikan kebanggaannya setelah Nerazzurri lolos dramatis ke final Coppa Italia, Rabu (22/4/2026) dinihari tadi.

Comeback gila diperlihatkan Inter Milan saat menyingkirkan Como di semifinal Coppa Italia.

Dalam tajuk laga leg kedua semifinal, Inter Milan menang dramatis setelah sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu.

Gol Martin Baturina (32') dan Lucas Da Cunha (48') sempat menempatkan Inter Milan berada dalam posisi terpojok.

Bagaimana tidak, Inter Milan yang bertindak sebagai tuan rumah justru tertinggal agregat 0-2 dari Como pada menit ke-48.

Beruntung, mental elit yang ditunjukkan Inter Milan mampu membuahkan hasil di akhir laga.

Gol demi gol mampu diciptakan Inter Milan, hingga berhasil membalikkan skor di akhir babak kedua.

Baca juga: Barcelona Kepincut dengan Alessandro Bastoni, Inter Milan Bukakan Jalan

Brace gol yang dicetak Hakan Calhanoglu menjadi kunci Inter Milan saat menyeimbangkan skor menjadi 2-2.

Disusul, gol kemenangan yang dicetak Petar Sucic saat tembakannya merobek jala gawang Como menit ke-89.

Kemenangan dengan cara comeback gila inilah yang memastikan Inter Milan tampil di final Coppa Italia.

Inter Milan pun berhak melesat ke laga puncak perebutan gelar Coppa Italia, lantaran unggul agregat 3-2 atas Como.

Di final Coppa Italia musim ini, Inter Milan tinggal menunggu pemenang Lazio vs Atalanta yang baru akan menentukan kelolosannya, Kamis (23/4/2026) dinihari nanti.

Bagi Inter Milan, kelolosan mereka ke final Coppa Italia kali ini jelas terasa sangat berharga.

Dengan lolosnya Inter Milan ke final turnamen ini, seakan menjaga harapan Inter Milan meraih double winners.

Di Liga Italia, Inter Milan kebetulan hanya butuh satu atau dua kemenangan lagi untuk menyegel gelar scudetto.

Jika bisa mengalahkan Torino, lalu AC Milan dan Napoli gagal menang di pekan ke-34.

Maka, Inter Milan berhak mengunci gelar scudeto pada akhir pekan ini.

Dengan terkuncinya gelar Liga Italia tersebut.

Inter Milan tinggal perlu memenangkan laga final Coppa Italia guna memastikan raihan double winners musim ini.

CHIVU - Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, selama pertandingan Liga Italia 2025/2026 antara Inter Milan vs Napoli di Stadio Giuseppe Meazza, Senin (12/1/2026) dini hari WIB. (Website Inter - 12/1/2026) (Inter Milan)

Raihan double winners pada musim pertama dilatih Cristian Chivu jelas bukanlah capaian yang mengecewakan.

Maka dari itu, rasa bangga diungkapkan Chivu melihat perjuangan berdarah-darah timnya saat menyingkirkan Como dengan comeback yang gila, dinihari tadi.

Apalagi kemenangan comeback atas Como di leg kedua semifinal Coppa Italia ini, hanya berselang 10 hari setelah momen comeback Inter Milan melawan tim yang sama di Liga Italia.

Hal itulah yang membuat Chivu kian merasa bangga, lantaran timnya menunjukkan DNA luar biasa di atas lapangan.

"Kami menyadari apa yang dilakukan Como, kami mencetak banyak gol melawan pertahanan terbaik, karena pemain ini punya DNA Inter Milan," puji Chivu dilansir Sempre Inter.

"Melakukan comeback melawan Como dua kali dalam 10 hari adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan Inter," tambahnya.

Lebih lanjut, Chivu memuji pemain seperti Sucic, Diouf dan Esposito yang menjelma sebagai supersub.

SELEBRASI - Penyerang Inter Milan Francesco Pio Esposito merayakan gol yang ia cetak ke gawang Atalanta dalam pertandingan Liga Italia pekan ke-29 musim 2025/2026, Sabtu (14/3/2026).
SELEBRASI - Penyerang Inter Milan Francesco Pio Esposito merayakan gol yang ia cetak ke gawang Atalanta dalam pertandingan Liga Italia pekan ke-29 musim 2025/2026, Sabtu (14/3/2026). (Website Inter Milan)

Meskipun bermain sebagai pemain pengganti, Chivu memuji peran krusial tiga pemain tersebut yang memenangkan Inter.

"Para pemain yang masuk memberikan kontribusi besar mulai Sucic, Diouf, dan Pio Esposito yang sangat menentukan," akui Chivu.

"Ini adalah keinginan luar biasa dari tim ini untuk membuat perbedaan hingga akhir pertandingan,"

"Kami telah menempatkan diri kami pada posisi ini melalui kerja keras,"

"Dan kami sedang berada di situasi yang memungkinkan kami bermimpi dan mencapai tujuan kami di liga dan Coppa," tukasnya.

Kini, harapan Chivu untuk bisa membawa Inter Milan mengulangi sejarah era pelatih Jose Mourinho pun terbuka lebar.

Diketahui, Mourinho menjadi pelatih terakhir Inter Milan yang mampu mengawinkan gelar Coppa Italia dan Liga Italia pada musim yang sama.

Bahkan tak hanya double winners saja, Mourinho mampu menyempurnakan capainnya dengan meraih treble winners yakni pada tahun 2010 silam.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.