Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Kupang meminta para penumpang agar menghindari praktik percaloan yang kian meresahkan.
Permintaan itu disampaikan menanggapi maraknya modus penipuan yang sering merugikan calon penumpang.
Untuk itu, PT Pelni berkolaborasi dengan aparat keamanan untuk menindak para pelaku.
Kepala Cabang Pelni Kupang, Teguh Hari Setiadi menyebut, pihaknya aktif berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak para pelaku.
“Kami selalu berkoordinasi dengan TNI-Polri dan menyampaikan setiap kejadian serta modus operandi yang dilakukan para pelaku,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Baca juga: Pascakasus Calo Tiket, Polisi Perketat Pengamanan Keberangkatan Penumpang di Pelabuhan Tenau Kupang
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada oknum yang mengatasnamakan Pelni dan menawarkan jasa pembelian tiket di luar prosedur resmi. Modus tersebut kerap dimanfaatkan untuk menipu calon penumpang.
Sebagai langkah pencegahan, Pelni mendorong penggunaan layanan digital resmi melalui aplikasi Pelni Mobile. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat mengecek jadwal keberangkatan hingga tarif tiket secara mandiri tanpa harus antre di kantor atau pelabuhan.
Selain digitalisasi layanan, kata dia, pengawasan di area kantor dan pelabuhan juga diperketat. Pelni melarang keras keberadaan calo di sekitar loket pelayanan guna meminimalisir praktik ilegal tersebut.
Kebijakan lain yang diterapkan, ujar dia, adalah pembatasan pembelian tiket. Transaksi tidak dapat diwakilkan, kecuali dalam kondisi tertentu seperti sakit, lanjut usia, difabel, atau keadaan darurat dengan melampirkan surat pernyataan resmi.
Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Imbau Peserta Hindari Calo untuk Ajukan Klaim
Menurut dia, seluruh transaksi juga diwajibkan menggunakan sistem non-tunai (cashless) dengan kartu ATM milik pribadi. Penggunaan kartu milik orang lain akan dikenakan sanksi berupa pemblokiran dalam sistem Pelni.
“Sesuai SOP, kami tidak mentolerir praktik percaloan di lingkungan Pelni. Pengawasan terus kami perketat baik di kantor maupun pelabuhan demi memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang,” kata Teguh. (fan)