TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di Bundaran Tugu Digulis, Kecamatan Pontianak Selatan, pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 20.00 WIB malam.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion yang dikendarai seorang pelajar/mahasiswa bernama Julius (21), dengan sepeda motor Honda Tiger yang dikemudikan seorang wiraswasta bernama Devon Brilliant Rich (27).
Kasat Lantas Polresta Pontianak AKP Supriyanto melalui Kanit Gakkum AKP Pujianto menjelaskan, kecelakaan terjadi saat kedua kendaraan datang dari arah berbeda di kawasan Bundaran Untan (Digulis).
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan rekaman CCTV, sepeda motor Honda Tiger bergerak dari arah Simpang Pajak menuju Simpang Mapolda Kalbar. Sementara Yamaha Vixion yang dikendarai korban bergerak dari arah Jalan Prof Dr Hadari Nawawi menuju Jalan Daya Nasional," jelas AKP Pujianto saat dikonfirmasi pada Selasa, 21 April 2026.
Sesampainya di lokasi kejadian, sepeda motor Yamaha Vixion berupaya menyeberang di bundaran.
Namun pada saat bersamaan, Honda Tiger melaju di jalur utama hingga terjadi benturan di titik tersebut.
Akibat kecelakaan itu, Julius mengalami luka serius di bagian kepala serta kaki dan dinyatakan meninggal dunia. Sementara Devon mengalami luka ringan pada bagian kaki kiri.
"Korban meninggal dunia satu orang, dan satu lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materi diperkirakan sekitar Rp1 juta," tambahnya.
• Kecelakaan Maut di Pontianak, Anggota DPRD Husin Minta Warga Disiplin Berlalu Lintas
Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga terjadi karena pengendara Honda Tiger kurang berkonsentrasi saat berkendara, sehingga tidak memperhatikan lampu lalu lintas serta tidak dapat mengantisipasi kendaraan di depannya.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti kendaraan, serta meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi.
"Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak Satlantas Polresta Pontianak," pungkasnya.
Wali Kota Pontianak, Edi Kamtono mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait guna memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas.
"Kita selalu berkoordinasi dengan kasat lantas, Polresta Pontianak, dinas perhubungan, kita selalu berupaya untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pelancaran lalu lintas di Kota Pontianak," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id. Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan menjadi tantangan tersendiri, sementara kapasitas jalan belum bisa ditingkatkan secara cepat karena terkendala berbagai faktor, termasuk pembebasan lahan.
"Tapi kan jumlah kendaraan bertambah, sementara kapasitas jalannya ya tidak begitu cepat untuk kita bisa lebarkan, misalnya karena harus berkaitan dengan pembebasan lahan dan lain sebagainya," tambahnya.
Sebagai langkah sementara, pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kepadatan sekaligus menekan potensi kecelakaan.
"Itu sementara memang adalah rekayasa lalu lintas, termasuk kesabaran pengendara. Karena penyebab kecelakaan biasanya, bahan besar adalah karena disiplin pengguna kendaraan yang perlu ditingkatkan," jelasnya.
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!