TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan motor dari berbagai jenis memadati kawasan Embung Giwangan, Yogyakarta, Selasa, 21 April 2026.
Dalam momentum Hari Kartini, kegiatan bertajuk Kartini Ride 2026 ‘Nyawiji’ digelar bukan sekadar sebagai konvoi, tetapi sebagai ruang pertemuan lintas komunitas yang membawa pesan kebersamaan, budaya, dan peran perempuan di jalanan.
Kegiatan ini digagas oleh Lady Bikers Dajogja dengan konsep yang diperluas dibanding tahun sebelumnya.
Tidak hanya melibatkan pengendara perempuan, tetapi juga membuka partisipasi bagi pengendara laki-laki dari berbagai komunitas.
Ketua Lady Bikers Dajogja, Yessika Nandya, menyebut perubahan konsep ini menjadi bagian dari upaya menghapus sekat yang selama ini masih terasa di dunia otomotif.
“Kalau tahun kemarin kami hanya mengundang lady bikers, tahun ini kami mengundang bikers wanita dan juga pria. Makanya namanya Kartini Ride Nyawiji,” ujarnya.
Istilah ‘Nyawiji’ yang berarti menyatu menjadi dasar dari kegiatan ini. Yessika menilai, ruang berkendara seharusnya menjadi ruang yang setara bagi siapa pun, tanpa memandang gender.
“Selama ini masih ada anggapan kalau perempuan naik motor itu pelan, nanti merepotkan, atau ribet. Padahal kami bisa membuktikan tidak seperti itu. Perjalanan jauh pun kami aman, karena justru lebih mempersiapkan semuanya,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini ingin menunjukkan bahwa perempuan dan laki-laki bisa berada dalam satu ruang yang sama, saling menghormati, dan menikmati aktivitas berkendara bersama.
“Kami ingin antara pria dan wanita itu tidak ada kesenjangan. Kita bisa naik motor bareng, seru-seruan bareng,” ucap Yessika.
Kartini Ride 2026 diikuti berbagai komunitas motor di Yogyakarta, mulai dari motor gede, sport, hingga Vespa, baik model baru maupun klasik. Keberagaman ini menjadi gambaran bahwa komunitas otomotif tidak berdiri sendiri, tetapi bisa saling terhubung dalam satu kegiatan.
Selain menjadi ajang berkumpul, kegiatan ini juga melibatkan masyarakat sekitar. Panitia menggandeng warga di kawasan Embung Giwangan melalui kegiatan berbagi dan hiburan rakyat.
“Kami mengadakan Lady Bikers Berbagi dengan membagikan lebih dari 100 paket sembako untuk masyarakat sekitar. Kami juga menghadirkan pesta rakyat dengan pertunjukan jatilan, dan masyarakat bisa datang serta makan bersama,” kata Yessika.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya untuk membuka pandangan masyarakat terhadap komunitas motor gede yang kerap mendapat stigma negatif. Dengan pendekatan yang lebih terbuka, kegiatan ini ingin menunjukkan sisi lain dari komunitas tersebut yang juga dekat dengan masyarakat.
Salah satu peserta, Citra Dewi, yang merupakan lady bikers dari komunitas Vespa, melihat kegiatan ini sebagai ruang yang menyatukan berbagai latar belakang.
“Menurut saya seru, terlebih melibatkan lady bikers dari berbagai macam kendaraan. Bisa menyatu di satu acara yang keren,” ujarnya.
Di sisi lain, Citra melihat perubahan persepsi terhadap lady bikers mulai terasa.
“Lady bikers sekarang sudah tidak dipandang sebelah mata, sudah mendingan dari sebelumnya. Komunitasnya juga semakin banyak, termasuk di Jogja,” ujarnya.
Kartini Ride 2026 ‘Nyawiji’ tidak hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga diharapkan dapat terus berlanjut sebagai gerakan yang lebih luas. Yessika menyebut kegiatan ini ingin dijadikan agenda rutin yang mampu menginspirasi komunitas lain.
“Kami ingin ini bisa jadi acara tahunan dan menginspirasi komunitas lain untuk membuat gerakan yang bisa merangkul banyak pihak,” imbuh Yessika.
Di tengah semangat tersebut, pesan yang dibawa tetap sederhana namun kuat, tentang kebersamaan di jalan.
“Kita semua satu jalan, satu aspal. Harapannya kita semua sama,” pungkas Yessika.