Dugaan Perundungan Anak saat Salat di Masjid Tikke Pasangkayu Akan Dimediasi di Kantor Desa
Nurhadi Hasbi April 22, 2026 01:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak taman kanak-kanak (TK) berinisial F saat salat Isya berjamaah di Masjid Al-Mujahidin, Desa Tikke, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, rencananya akan diselesaikan melalui mediasi di tingkat desa.

Peristiwa yang terjadi pada Selasa malam itu sebelumnya terekam kamera pengawas (CCTV) masjid dan menjadi perhatian warga setelah diketahui oleh pihak keluarga korban.

Saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026), ibu korban, Mufti, mengatakan pihak keluarga memilih menempuh jalur mediasi sebagai langkah awal untuk mencari penyelesaian.

Baca juga: Terekam CCTV, Anak TK di Pasangkayu Diduga Jadi Korban Perundungan saat Salat di Masjid

Baca juga: Harga TBS Sawit Sulbar Usia Tanam 3-25 Tahun Rp 3.370 per Kg, Petani Ngeluh Tak Sesuai di Lapangan

“Kami rencanakan akan mediasi di kantor desa, supaya ada penyelesaian yang baik dan tidak berkepanjangan,” ujar Mufti.

Ia menjelaskan, mediasi tersebut nantinya akan melibatkan pihak keluarga kedua anak serta difasilitasi oleh pemerintah desa setempat.

Menurut Mufti, langkah mediasi dipilih dengan harapan persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat kedua pihak masih sama-sama anak-anak.

“Kami ingin ada solusi yang baik, apalagi ini menyangkut anak-anak. Harapannya ke depan tidak terjadi lagi kejadian seperti ini,” katanya.

Kronologi Dugaan Perundungan Saat Salat

Mufti menceritakan, kejadian bermula saat anaknya mengikuti salat berjamaah dan berdiri di saf di samping seorang anak yang lebih tua berinisial Calli, yang masih duduk di bangku kelas 6 SD.

Pada awalnya, salat berlangsung seperti biasa. Namun, pada rakaat terakhir, diduga terjadi tindakan yang tidak wajar.

“Anak saya salat seperti biasa, tapi di rakaat terakhir mulai terjadi hal yang tidak wajar,” ungkapnya.

Berdasarkan rekaman CCTV yang dilihat keluarga, korban diduga mengalami tindakan kekerasan saat salat masih berlangsung.

Korban terlihat dipukul, ditarik, hingga diduga sempat dicekik.

Mufti menambahkan, dari pengakuan anaknya, tindakan tersebut terjadi lebih dari satu kali sebelum salat berakhir.

“Dia bilang sempat dipukul, ditarik dengan kasar, bahkan sempat dicekik. Itu terjadi beberapa kali,” katanya.

Dalam rekaman tersebut, korban tampak tidak memberikan perlawanan dan tetap berada di barisan salat hingga ibadah selesai.

Pihak keluarga baru mengetahui kejadian tersebut setelah melihat rekaman CCTV masjid. Sejak itu, mereka mulai mencari informasi lebih lanjut dan berkoordinasi untuk langkah penyelesaian.

Peristiwa ini pun menimbulkan keprihatinan warga, mengingat dugaan perundungan terjadi di dalam tempat ibadah saat kegiatan salat berjamaah berlangsung.

“Kami kaget dan sedih, karena ini terjadi di masjid. Seharusnya tempat aman untuk anak-anak,” tutur Mufti.

Hingga saat ini, keluarga korban masih menunggu jadwal pelaksanaan mediasi di kantor desa, dengan harapan permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara baik serta menjadi perhatian bersama agar kejadian serupa tidak terulang kembali. (*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.