Gaduh Skandal Prostitusi Elit Pemain Serie A, Kenapa Pria Rela Bayar untuk Seks?
GH News April 22, 2026 01:09 PM
Jakarta -

Skandal prostitusi elite menjerat banyak pesepakbola Serie A di Italia. Banyak pemain dari klub Liga Italia tersangkut jaringan pelacuran kelas atas.

Kejaksaan Milan mengungkap praktik ini dilakukan sebuah jaringan berkedok agensi promosi acara. Perusahaan yang berbasis di Cinisello Belsamo menjalankan prostitusi dengan target klien kaya.

Dalam menjalankan aksinya, jaringan ini menawarkan 'paket' hiburan malam di hotel mewah dengan servis layanan seksual dari pekerja seks profesional. Laki-laki hidung belang harus merogoh kocek ribuan euro per malam untuk menikmati hiburan 'panas' ini.

Para pelanggan tetap termasuk para pengusaha dan sejumlah besar pesepakbola Serie A. Menurut penyelidik, beberapa pemain menggunakan layanan seksual terutama setelah pertandingan.

Menukil Sassuolo News, setidaknya 70 pemain Serie A menggunakan jasa yang diselenggarakan agensi tersebut. Di antara mereka yang terlibat adalah pemain dari klub-klub seperti Inter Milan, AC Milan, Juventus, Sassuolo, Verona, serta beberapa pemain dari tim yang melakoni laga tandang ke Milan.

Kenapa Pria Rela Bayar untuk Seks?

Mengutip laman Psychology Today, sebuah penelitian menganalisis 54 studi tentang pria yang mengunjungi prostitusi. Studi-studi tersebut dilakukan di lebih dari selusin negara seperi AS, Inggris, Kanada, hingga Australia di tempat pria kaya melakukan 'wisata' seks.

Dalam sebagian besar penelitian, mayoritas pria tidak melihat ada yang salah dengan membayar wanita untuk berhubungan seks. Berikut alasan yang keluar dari mulut mereka.

  • Seks adalah kebutuhan, pria butuh lebih banyak dari wanita
  • Pria membayar untuk seks merupakan budaya selama ribuan tahun
  • Pasangan mereka tidak mampu memuaskan secara seksual
  • Mendapatkan pengalaman seksual lain
  • Membayar untuk hubungan seks dapat mempererat ikatan antar pria, seperti dalam konteks bisnis
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.