Penuh Syukur! Suster Natalia: Terima Kasih Prabowo dan DPR, Dana Umat Paroki Aek Nabara Kembali
Joanita Ary April 22, 2026 01:19 PM

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta — Kasus dugaan penggelapan dana umat Gereja Katolik Paroki Aek Nabara, Sumatra Utara, yang sempat memantik perhatian publik, akhirnya menemukan titik terang.

Dana milik Credit Union (CU) Paroki Aek Nabara senilai Rp28 miliar dipastikan akan dikembalikan secara penuh, menyusul kesepakatan yang dicapai antara pihak perbankan dan perwakilan gereja dalam pertemuan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang mempertemukan Bendahara CU Paroki Aek Nabara, Suster Natalia Situmorang, dengan Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan.

Dialog yang berlangsung tertutup itu menjadi momentum penting dalam penyelesaian kasus yang telah berlarut dan menyita perhatian umat.

Suster Natalia menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi umat di daerahnya.

Ia menilai keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, telah membuka jalan bagi penyelesaian yang adil dan tuntas.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan seluruh jajaran pemerintahan yang telah memberikan atensi besar kepada umat Paroki Aek Nabara.

Dengan perhatian itu, masalah ini bisa diatasi dengan baik,” ujar Suster Natalia dengan nada haru.

Ia juga mengapresiasi langkah DPR, khususnya peran Dasco, yang dinilai berhasil menjembatani komunikasi antara pihak gereja dan perbankan.

Bagi Suster Natalia, pertemuan tersebut bukan sekadar forum klarifikasi, melainkan ruang rekonsiliasi yang mengembalikan harapan umat.

Sementara itu, Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, memastikan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan final terkait pengembalian dana tersebut.

Ia menyebut, pengembalian akan dilakukan secara penuh pada Rabu (22/4/2026), sebagai tindak lanjut atas perhatian pemerintah terhadap kasus ini.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Presiden Prabowo Subianto terhadap situasi ini. Solusi telah kami capai bersama pihak Credit Union Paroki Aek Nabara, dan besok kami akan melakukan pengembalian dana secara penuh sesuai yang disepakati,” ujar Putrama.

Lebih jauh, Putrama menegaskan bahwa kasus ini menjadi refleksi penting bagi internal perbankan, khususnya dalam memperkuat prinsip kehati-hatian serta meningkatkan literasi keuangan di masyarakat.

Ia mengakui bahwa kepercayaan publik merupakan fondasi utama industri perbankan yang harus dijaga secara konsisten.

Penyelesaian kasus ini tidak hanya menjadi kabar baik bagi umat Paroki Aek Nabara, tetapi juga mencerminkan bagaimana sinergi antara lembaga negara, sektor perbankan, dan masyarakat dapat menghadirkan solusi konkret dalam situasi krisis.

Di tengah dinamika yang sempat memunculkan keresahan, pengembalian dana ini menjadi simbol pemulihan kepercayaan sekaligus pengingat akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas.

Di Gedung DPR, suasana yang semula tegang perlahan mencair.

Senyum Suster Natalia merekah, seolah menandai berakhirnya sebuah babak sulit yang telah dilalui umat dengan penuh kesabaran.

Di balik angka Rp28 miliar, tersimpan harapan dan kepercayaan yang kini kembali utuh.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.