TRIBUNSTYLE.COM - Kasus yang menyeret nama Ruben Onsu tiba-tiba mencuat.
Ruben Onsu dikabarkan kena tipu oleh rekan bisnisnya.
Di tengah riuhnya kabar yang beredar, kuasa hukumnya, Minola Sebayang, akhirnya angkat bicara.
Ia memutuskan untuk membuka sebagian fakta dan menjelaskan kronologi yang selama ini belum terungkap ke publik.
Ia menyebut bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui persoalan tersebut sejak awal, karena sedang berada di luar kota.
Saat itu, Minola tengah berada di Surabaya untuk urusan lain. Ia mengaku fokus pada pekerjaannya, tanpa menyadari bahwa kliennya sedang berada di tengah situasi serius.
Merasa ada yang tidak beres, Minola pun segera menghubungi Ruben untuk memastikan situasi sebenarnya.
Percakapan itu menjadi titik awal terbukanya benang kusut yang selama ini tersembunyi.
Baca juga: Tergiur Bisnis Mukena, Ruben Onsu Malah Jadi Korban Penipuan, Mantan Suami Sarwendah Rugi Miliaran
Kasus ini rupanya berakar dari peristiwa beberapa bulan sebelum Ramadan.
Sebuah momen yang awalnya terlihat biasa saja, namun ternyata menjadi awal dari rangkaian kejadian yang kompleks.
Pada waktu itu, Ruben dikenalkan pada seseorang bernama Philipus. Pertemuan tersebut disebut sebagai langkah awal dari peluang kerja sama yang terlihat menjanjikan.
Menurut penuturan Minola, Philipus mengklaim bisa menjadi penghubung antara Ruben dengan PT Venteny Fortuna Indo. Tawaran tersebut dinilai menarik karena momentum Lebaran yang dianggap potensial secara bisnis.
“Ruben berpikir ini peluang bagus karena momennya tepat,” ujar Minola dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Selasa (21/4/2026).
Namun, masalah mulai muncul saat komunikasi berjalan intens. Philipus disebut berkali-kali meminta sejumlah uang dengan berbagai alasan.
“Alasannya untuk biaya produksi dan juga entertain mencari pabrik,” jelas Minola.
Tak hanya itu, Ruben juga diyakinkan dengan adanya perjanjian kerja sama antar perusahaan. Nilai kontrak yang disebut mencapai sekitar Rp5,5 miliar membuat kerja sama ini terlihat sangat serius.
“Kontraknya besar, sekitar 5,5 miliar, jadi terlihat seperti bisnis nyata,” katanya.
Ruben pun disebut telah memenuhi kewajibannya dalam kerja sama tersebut. Namun, hingga waktu yang dijanjikan, produksi mukena tak kunjung terealisasi.
“Uangnya sudah ditransfer, tapi tidak pernah diturunkan ke pabrik,” ungkap Minola.
Situasi semakin rumit ketika pihak yang bersangkutan sulit dihubungi. Philipus bahkan disebut menghilang tanpa memberikan pertanggungjawaban.
“Dihubungi tidak bisa, seperti hilang begitu saja,” lanjutnya. Hal inilah yang memicu kecurigaan adanya dugaan penipuan.
Tak berhenti di situ, Ruben juga menemukan informasi lain yang memperkuat dugaan tersebut. Ia mendapati adanya laporan serupa dari orang lain terhadap pihak yang sama.
“Banyak yang mengaku mengalami hal serupa,” kata Minola.
Minola juga mengungkap modus yang dinilai cukup rapi. Philipus diduga memainkan beberapa peran sekaligus untuk meyakinkan korban.
“Seolah-olah ada admin dan pihak PT, padahal diduga satu orang,” jelasnya.
Dampak dari kejadian ini disebut cukup besar bagi Ruben. Tidak hanya kerugian materi, tetapi juga mengganggu arus keuangan perusahaannya.
“Ini sangat mengganggu cash flow perusahaan Ruben,” tegas Minola.
Meski begitu, Ruben belum langsung menempuh jalur hukum. Ia memilih memberi kesempatan agar pihak terkait menunjukkan itikad baik.
“Kita harap ada tanggung jawab tanpa harus ke ranah hukum,” ujarnya.
Namun hingga kini, pihak yang diduga terlibat belum juga memberikan respons. Minola memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini.
“Kami tunggu apakah ada komunikasi atau tidak,” pungkasnya.