Chiang Mai, kota di Thailand yang mulai diminati berkat pengalaman wisatanya. Tak hanya itu, kulinernya yang spesial juga sayang dilewatkan.
Gran Meliá Jakarta dan Meliá Chiang Mai berkolaborasi menghadirkan pengalaman santap spesial. Program ini berlangsung pada 20-25 April 2026 di Café Gran Via, dengan konsep dinner buffet yang menghadirkan menu autentik khas Thailand.
Kolaborasi ini menyajikan pilihan menu yang cukup lengkap, mulai dari hidangan utama hingga minuman khas. Beberapa menu signature yang dihadirkan antara lain Pad Thai, Soft Shell Crab & Pomelo Salad, serta Steamed Mantou.
Untuk minuman, tersedia Thai Milk Tea, Fresh Young Coconut, mocktail Meliá Chiang Mai Blossom, hingga cocktail seperti Muay Thai Punch dan Tom Yum Martini.
Tak hanya menyajikan hidangan khas, kolaborasi ini juga membawa pendekatan kuliner langsung dari Executive Chef Meliá Chiang Mai, Suksant Chutinthratip atau yang akrab disapa Chef Billy. Ia menjelaskan bahwa kuliner Thailand memiliki karakter berbeda di tiap wilayah.
Gran Meliá Jakarta dan Meliá Chiang Mai berkolaborasi menghadirkan pengalaman santap spesial. Foto: Dita Aliccia Armadani
|
"Karakter rasa Indonesia dan Thailand sebenarnya cukup dekat, sama-sama kaya rempah. Di Thailand sendiri, tiap wilayah punya ciri khas, dari utara seperti Chiang Mai dengan hidangan yang menghangatkan, bagian tengah seperti Bangkok dengan menu praktis, hingga wilayah selatan yang mengandalkan seafood dan cita rasa pedas," ujar Executive Chef Meliá Chiang Mai, Suksant Chutinthratip, kepada (20/04/2026).
Menurutnya, wilayah utara seperti Chiang Mai cenderung menyajikan makanan yang lebih menghangatkan, seperti sticky rice yang disantap dengan saus kari.
Sementara di wilayah tengah seperti Bangkok, terdapat menu praktis untuk ritme hidup yang lebih cepat, yaitu pad krapow.
Di sisi lain, wilayah timur dan selatan lebih banyak mengandalkan seafood, dengan cita rasa yang cenderung lebih pedas, terutama di bagian selatan.
Dalam menjaga keaslian cita rasa Chiang Mai, chef Billy menyebut bahwa penggunaan kecap ikan dan santan menjadi elemen utama yang kemudian dipadukan dengan cabai serta pasta kari berbasis lengkuas, serai, dan daun jeruk untuk membentuk karakter rasa khas Thailand.
"Kami menggunakan kecap ikan dan santan sebagai dasar rasa," ujar Chef Billy.
Beberapa menu yang dihadirkan juga memiliki karakter dan teknik pengolahan yang berbeda. Pada ikan asam manis khas Thailand, ikan diolah hingga renyah terlebih dahulu, lalu disajikan dengan saus yang melapisi bagian luarnya.
Sementara itu, kari bebek merah menggunakan bebek panggang bergaya Chinese roast duck yang kemudian dipadukan dengan saus kari merah, serta tambahan buah seperti leci, nanas, dan tomat.
Penambahan bahan tersebut untuk menciptakan keseimbangan rasa antara asam dan manis. Tekstur hidangan ini juga speisal dengan lemak bebek yang dipotong agar menghasilkan kombinasi rasa yang lebih seimbang.
Dalam kolaborasi ini juga ada hidangan yang dibuat dengan pendekatan modern. Misalnya pada olahan daging sapi yang menggunakan teknik Barat, tetapi tetap mempertahankan profil rasa Thailand.
Untuk potongan daging, ia lebih memilih sirloin karena memiliki sebaran lemak (marbling) yang memberikan tekstur lebih juicy saat dipanggang.
Olahan daging panggang khas Thailand yang menarik dicoba. Foto: Dita Aliccia Armadani
|
Salah satu menu yang mencuri perhatian adalah Thai roasted beef, yang dikenal dengan sebutan 'crying tiger'.
Daging dimasak perlahan hingga lemaknya meleleh, menghasilkan tekstur yang empuk dan juicy. Nama tersebut merujuk pada dua makna, yaitu tingkat kepedasan yang tinggi hingga diibaratkan membuat harimau menangis, serta lelehan lemak yang menyerupai air mata saat dimasak.
Hidangan ini menggunakan cabai kering yang dipanggang lalu dihaluskan untuk memberikan aroma smoky, dan disajikan dengan saus berbahan kecap ikan, kecap, asam jawa, gula, bawang, serta daun jeruk.
Selain itu, terdapat tambahan beras sangrai untuk memperkuat rasa, serta opsi saus kari bagi yang menginginkan tingkat kepedasan yang lebih ringan.
Untuk menu sayuran, Asparagus au Gratin menghadirkan brokoli dan asparagus yang dipadukan dengan saus krim telur asin dan keju. Hidangan ini merupakan interpretasi modern yang saat ini cukup populer di Thailand, meski bukan termasuk masakan klasik.
Chef Billy juga menilai bahwa lidah masyarakat Indonesia cukup dekat dengan Thailand karena sama-sama menyukai masakan berbahan rempah dan bumbu kuat. Hal ini membuat proses adaptasi rasa menjadi lebih mudah, termasuk dalam kolaborasi dengan tim dapur di Jakarta khususnya Chef Ardi Irawan.







