Puluhan Santri Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Operasional SPPG Dihentikan
Reny Fitriani April 22, 2026 02:19 PM

Tribunlampung.co.id, Demak - Puluhan santri di lima pesantren di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, Demak, diduga keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu (19/4/2026).

Para santi mengalami pusing, mual, muntah hingga diare dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan.

Hingga Selasa (20/4/2026) sekitar puluhan orang masih mendapatkan perawatan.

Pelaksana Harian Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Kuntoro, langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami langsung turun ke lokasi dan mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak terkait laporan masyarakat,” ujarnya pada keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: 'Ayamnya Bau, Jamurnya Mentah' 31 Siswa SMP dan 3 Guru Sakit Diduga Keracunan MBG

Polisi juga melakukan pengamanan lokasi dapur untuk menjaga kondisi awal selama proses penyelidikan.

Namun dari hasil sementara, tidak ditemukan indikasi mencurigakan pada makanan, baik dari segi aroma maupun kondisi saat dikonsumsi.

Penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Khidmatul Ummah Madani di Desa Pilangwetan, Kecamatan Kebonagung, dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN)

Penghentian ini dilakukan menyusul adanya dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah penerima manfaat program MBG.

Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Demak, Ali Muzani, mengatakan operasional akan dibuka kembali setelah proses evaluasi selesai.

“Operasional akan dibuka kembali setelah evaluasi menyeluruh dan dinyatakan memenuhi persyaratan,” ucapnya.

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kejadian tersebut.

Menurutnya, hasil pengecekan internal menunjukkan makanan dalam kondisi layak konsumsi sebelum didistribusikan.

“Hasil pencicipan sebelum distribusi menunjukkan makanan layak konsumsi,” katanya.

Dari sisi teknis, proses pengolahan makanan disebut telah sesuai standar operasional.

Bahan baku diterima pada Jumat (17/4/2026) sore, kemudian disortir sebelum dimasak pada dini hari pukul 01.00 hingga 05.00 WIB.

Menu yang disiapkan meliputi nasi goreng, telur, susu, acar, dan jeruk, sebelum didistribusikan pada pagi hari. 

Sumber: TribunBanyumas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.