TRIBUNNEWS.COM - Update Piala Dunia 2026 datang dari timnas Iran. Negara yang tengah berkonflik dengan Amerika Serikat itu belum menetapkan keputusan final untuk berpartisipasi di Piala Dunia 2026 yang mulai bergulir 12 Juni.
Pemerintah Iran memberikan update perkembangan menyoal kepastian mereka tampil di Piala Dunia 2026,
Hal ini juga merespons pernyataan Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang beberapa waktu lalu menegaskan bahwa timnas Iran pasti akan datang.
Piala Dunia edisi 2026 akan dimulai lebih dari 50 hari lagi, dengan total 48 peserta yang sudah dipastikan menapak ke putaran final.
Akan tetapi, situasi geopolitik yang melibatkan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran membuat partisipasi Iran masih diselimuti ketidakpastian.
Sejumlah tokoh penting turut bersuara dalam beberapa bulan terakhir.
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebelumnya menegaskan Iran dipersilakan tampil di Piala Dunia, tetapi juga menyarankan agar mereka tetap berada di dalam negeri saja alias tidak bepergian demi keselamatan.
Federasi sepak bola Iran (FFIRI) kemudian mengajukan permintaan agar seluruh pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko
Saat ini, tiga laga fase grup Iran, masing-masing melawan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru dijadwalkan berlangsung di AS.
Jika lolos ke fase gugur, pertandingan Iran juga akan tetap dimainkan di negara tersebut.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengonfirmasi bahwa FIFA menolak permintaan Iran untuk bermain di Meksiko.
Pada Rabu pekan lalu, Infantino kembali menegaskan keyakinannya bahwa Iran akan tetap ambil bagian. Dalam acara "Invest in America", Infantino menyampaikan pandangannya.
"Tim Iran pasti akan datang, ya," ujar Infantino.
Baca juga: Amerika Serikat Klarifikasi, Timnas Iran Tak Dilarang ke Piala Dunia 2026
"Kami berharap situasinya nanti akan damai. Itu tentu akan sangat membantu. Namun, Iran harus datang. Mereka mewakili rakyatnya, mereka telah lolos, dan para pemain ingin bermain."
"Mereka benar-benar ingin bermain, dan seharusnya mereka bermain. Olahraga seharusnya berada di luar ranah politik," kata Infantino ketika itu.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Olahraga Iran, Ahmad Donyamali, memberikan sikap terbaru pemerintah.
"Kami telah berdiskusi mengenai bagaimana keberlanjutan timnas, kondisi mereka, dan juga telah membentuk sebuah komite," kata Donyamali, dikutip dari laman Tehran Times.
"Kami juga segera menggelar pertemuan dalam kerangka pembahasan tersebut, dan kami menjalankan kewajiban hukum kami."
"Dalam kondisi apa pun, bisa saja diputuskan untuk tidak berangkat. Namun, jika diputuskan berangkat, kami juga harus siap agar kehadiran kami menjadi kehadiran yang kuat," lanjut sang menpora.
“Tugas profesional kami adalah melaksanakan persiapan dan kamp pelatihan yang diperlukan. Namun, keputusan akhir berada di tangan pemerintah yang terhormat, mengingat keadaan yang ada."
"Rencana telah disusun agar tim menuju kamp pelatihan di dekat negara tersebut pada tanggal 10 Mei, dan tinggal selama sekitar tujuh hingga delapan hari lagi."
Donyamali menegaskan bahwa keputusan akhir akan sangat bergantung pada situasi terkini dan pertimbangan pemerintah, termasuk Dewan Keamanan Nasional (National Security Council).
Sebanyak 78 dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026 akan digelar di Amerika Serikat, sementara sisanya berlangsung di Meksiko dan Kanada.
Iran telah tampil dalam enam edisi Piala Dunia, termasuk Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana mereka menghadapi Inggris dan Wales.
(Tribunnews.com/Giri)