Curang Peserta UTBK 2026, Pakai Joki hingga Pasang Chip di Telinga
GH News April 22, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Miris! Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 diwarnai dengan kecurangan. Sejumlah peserta melakukan kecurangan mulai dari menanam chip atau alat bantu dengar ke telinga hingga mengandalkan joki.

Praktik perjokian bahkan banyak ditemui di sejumlah kampus. Di Jawa Timur, ada dua universitas yang menangkap adanya praktik tersebut. Mengutip detikJatim, panitia penyelenggara di UNAIR berhasil mengendus adanya joki dengan dokumen palsu. Namun, terduga pelaku memilih untuk tidak hadir karena merasa identitasnya sudah diketahui. Hal serupa juga diungkap oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Pihak panitia berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu.

Mengutip detikJatim, praktik ini melibatkan pemalsuan dokumen tingkat tinggi. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Rektor I Bidang Pendidikan, Kemahasiswaan, dan Alumni Unesa, Martadi.

"Hasil verifikasi menunjukkan terdapat kesamaan nama antara ijazah asli dan dokumen yang digunakan peserta. Namun, ditemukan perbedaan mencolok pada foto. Ini mengindikasikan ijazah yang digunakan bukanlah ijazah asli," ujar Martadi.

Sementara itu terkait kecurangan dengan menggunakan chips di telinga, Universitas Diponegoro, Semarang, menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Peserta tersebut sebelumnya dibawa ke klinik THT untuk kemudian dikembalikan ke orang tuanya.

Sejumlah pihak menyayangkan tindakan tidak jujur ini. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian menilai hal itu bukan sekadar pelanggaran aturan. Ia melihat jika praktik ini merupakan persoalan integritas.

"Kasus kecurangan di UTBK ini jelas memprihatinkan, apalagi sampai memakai alat tersembunyi di telinga. Ini bukan sekadar melanggar aturan, tapi soal integritas," kata Lalu kepada wartawan, Rabu (22/4/2026).

Lalu apa evaluasi dan perbaikan yang harus dilakukan untuk menghindari kejadian ini terulang kembali? Simak diskusinya dalam detikSore!

Beralih ke topik lain, detikSore akan mengulas uniknya sebuah rumah yang dibangun di kawasan Wonogiri, Jawa Tengah. Berdiri di areal seluas 6 x 15 meter persegi, rumah tersebut berbentuk dua bus double decker. Pemiliknya beralasan jika dirinya ingin mengingat usahanya saat sering bolak-balik ke Jakarta.

Bagaimana proses pembuatannya? Berapa biayanya? Simak laporan Jurnalis detikJateng selengkapnya.

Pada tahun 2026 ini Geisha kembali menyapa pendengar dengan karya terbaru berjudul Geram. Single ini bercerita tentang emosi saat seseorang berada di titik batas sebuah hubungan. Karena pada kenyataannya, geram bukan hanya sekadar amarah, melainkan rasa lelah yang lama dipendam. Lagu ini menjadi pengingat bahwa setiap orang punya titik batas, dan tidak apa-apa untuk akhirnya mengakuinya.

Dikenal sebagai band dengan vokal yang emosional, Geisha terus menghadirkan lagu yang relevan lintas generasi. Lagu Geram sendiri menjadi pintu masuk Geisha di fase barunya. Bagaimana cerita dibalik karya terbaru dari Geisha? Saksikan penampilan dan obrolannya dalam segmen Sunsetalk di penghujung sore nanti!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.