DPUPR Biak Numfor Gandeng Balai Jasa Konstruksi Cetak OAP Bersertifikasi
Marius Frisson Yewun April 22, 2026 05:29 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, menggandeng Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura untuk menggelar pelatihan dan uji sertifikasi jenjang terampil bagi Orang Asli Papua (OAP), di Swisbell Hotel Biak, Rabu (22/4/2026)

Pelatihan ini akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 22 hingga 24 April 2026. Kegiatan ini menjadi upaya nyata peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi di daerah.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura, Candra Permana, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas SDM, khususnya di Kabupaten Biak Numfor. 

Baca juga: Bulog Papua Perkuat Literasi Pangan Kepada Generasi Muda Lewat Kunjungan Edukatif

“Tujuan pelatihan ini adalah mendukung peningkatan SDM, khususnya di wilayah Biak Numfor. Sertifikasi ini juga merupakan kewajiban bagi tenaga kerja yang akan bekerja di bidang konstruksi,” ujarnya saat menghadiri pelatihan di Biak, Rabu (22/4/2026)

Ia menjelaskan bahwa dalam Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 7, setiap tenaga kerja konstruksi diwajibkan memiliki sertifikat kompetensi kerja. Tidak hanya itu, badan usaha jasa konstruksi juga wajib mempekerjakan tenaga kerja bersertifikat. 

“Sertifikat kompetensi kerja ini adalah bukti pengakuan bahwa peserta memiliki kemampuan pada jabatan tertentu di bidang konstruksi. Ini merupakan kewajiban yang diatur undang-undang,” katanya.

Menurutnya, pelatihan yang diberikan mencakup empat jabatan kerja, yakni pelaksana lapangan pekerjaan gedung, pelaksana lapangan pekerjaan jalan, pengawas lapangan pekerjaan gedung, dan pengawas lapangan pekerjaan jalan. 

Baca juga: Mal SMC Resmi Topping Off Sebagai Ikon Baru Papua Barat Daya

Ke depan, peserta bahkan berpeluang mengikuti hingga lima sertifikasi jabatan berbeda sesuai kompetensi masing-masing.

Di sisi lain, Candra mengakui jumlah tenaga kerja konstruksi bersertifikat masih terbatas di wilayah Papua. "Hal ini disebabkan masih kurangnya pemahaman dari pelaku usaha jasa konstruksi tentang pentingnya sertifikasi, serta belum adanya dorongan untuk pengembangan diri menjadi tantangan yang harus diatasi,” imbuhnya

Candra berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kompetensi peserta.

Sementara itu, Pelaksana (Plt) Sekretaris Daerah Biak Numfor, Zacharias L. Mailoa, menambahkan, pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada material, tetapi juga pada kualitas SDM konstruksi. 

Baca juga: Buntut Bocah Meninggal di Kursi UGD, APS Desak Evaluasi Total Dinkes dan RSUD Wamena

“Pembangunan infrastruktur adalah urat nadi perekonomian bangsa, namun tidak terlepas dari SDM konstruksi yang kompeten,” ujarnya saat membuka pelatihan di Swisbell Hotel Biak

Pemerintah daerah, kata Sekda, berkomitmen tidak hanya membangun fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM, khususnya OAP. “Pelatihan ini adalah bukti nyata komitmen kami agar OAP mampu menjadi tuan di negeri sendiri, khususnya di sektor jasa konstruksi,” katanya.

Zacharias mengapresiasi Balai Jasa Konstruksi Wilayah VII Jayapura atas dukungan teknis dan pelaksanaan uji kompetensi. Selain itu, ia juga menegaskan Sertifikat Kompetensi Kerja (SKK) merupakan syarat mutlak dalam pengadaan jasa konstruksi saat ini.

“Kepada peserta, jadilah agen perubahan. Serap ilmu dengan baik, jaga disiplin dan integritas, serta jadikan sertifikat ini sebagai investasi masa depan,” ujarnya.

Baca juga: Dilepas dengan Doa dan Haru, 80 Calon Jemaah Haji Nabire Siap Bertolak ke Tanah Suci

Ia berharap melalui pelatihan ini, ke depan proyek-proyek di Kabupaten Biak Numfor dapat lebih banyak melibatkan tenaga terampil OAP yang kompeten dan bersertifikat.

Kepala Dinas PUPR Biak Numfor, Frans Wattimena, menyebut, peserta pelatihan berasal dari anggota Gapensi dan Gapeknas dengan jumlah sekitar 50 orang, di mana 80 persen pesertanya merupakan Orang Asli Papua (OAP).

“Peserta difokuskan pada jasa konstruksi jalan dan bangunan. Kami berharap mereka dapat memahami materi dan mengikuti uji sertifikasi dengan baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini diharapkan para pelaku jasa konstruksi, khususnya OAP, memiliki daya saing yang lebih baik dibandingkan dengan pelaku usaha yang telah memiliki sertifikat sebelumnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.