SPBU Modern di Pattene Maros Beroperasi: Dexlite Rp24.150 dan Pertamax Rp12.600 / liter
Sudirman April 22, 2026 05:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS – SPBU baru di kawasan Pattene, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, resmi beroperasi, Rabu (22/4/2026).

Peresmian SPBU dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur.

SPBU ini memiliki kapasitas suplai mencapai 120.000 liter bahan bakar minyak (BBM) per hari.

Jenis BBM tersedia meliputi Dexlite, Pertamax, dan Pertamax Turbo.

Untuk harga, Dexlite dijual Rp24.150 perliter.

Pertamax Rp12.600 perliter dan Pertamax Turbo Rp19.850 perliter.

Baca juga: Lebih Hemat dan Praktis, Harga Tabung LPG 12 Kg di Maros Tembus Rp255 Ribu

Presiden Direktur PT Timur Jaya Energi Provindo, Daniel Yusuf Wijaya, mengatakan kehadiran SPBU ini merupakan bentuk komitmen perusahaan bersama Pertamina dalam memperluas layanan energi.

Keberadaan SPBU tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar masyarakat, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi daerah.

“Tujuan kami membantu ketersediaan bahan bakar untuk masyarakat Maros, baik kebutuhan harian maupun sektor ekonomi,” ujarnya.

Harga BBM di SPBU tersebut telah terintegrasi secara digital dan mengikuti kebijakan resmi Pertamina.

“Jadi harga tidak berubah sendiri, sistem akan otomatis menyesuaikan jika ada perubahan,” jelasnya.

Dalam beberapa bulan ke depan, pihak pengelola juga akan menambah layanan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan kepada masyarakat.

Dari sisi lokasi, SPBU dibangun di kawasan Pattene dengan mempertimbangkan kelancaran lalu lintas.

Penempatan SPBU di jalur utama berpotensi menimbulkan antrean panjang, terutama kendaraan logistik.

“Kalau antrean panjang di jalan poros, itu bisa mengganggu truk besar. Dengan posisi di sini, lebih memberi ruang,” katanya.

Selain sebagai tempat pengisian BBM, SPBU ini juga dikembangkan sebagai rest area terintegrasi.

Fasilitas yang tersedia saat ini meliputi musala dan toilet.

Ke depan, kawasan ini akan dilengkapi ATM center, gerai ritel, serta fasilitas pendukung lainnya.

Konsep ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, termasuk sopir lintas daerah.

“Kami ingin menyediakan tempat istirahat yang layak bagi pengguna jalan,” tambahnya.

Meski berada di kawasan industri, SPBU ini tetap terbuka untuk masyarakat umum.

"Kehadirannya juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, sekitar 20 tenaga kerja lokal telah direkrut untuk operasional," sebutnya.

Jumlah tersebut diproyeksikan akan terus bertambah seiring peningkatan aktivitas.

“Kalau operasional meningkat, kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah,” ujarnya.

Dari sisi pengawasan, SPBU ini telah dilengkapi teknologi CCTV yang mampu mengenali kendaraan secara otomatis.

Sistem ini terintegrasi dengan QR Code MyPertamina, khususnya untuk pembelian BBM subsidi.

Dengan teknologi tersebut, kendaraan yang tidak sesuai data akan otomatis ditolak.

“CCTV sekarang bisa membaca kendaraan, jadi kalau tidak sesuai akan ditolak,” jelasnya.

SPBU ini merupakan SPBU ke-16 yang beroperasi di Kabupaten Maros.

Bupati Maros, Chaidir Syam, mengapresiasi kehadiran SPBU tersebut.

Ia menilai, selain memperkuat layanan energi, SPBU ini juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ini mendukung perputaran ekonomi masyarakat, meningkatkan mobilitas, serta membuka lapangan kerja baru,” tutupnya.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.