Kenapa BGN Beli Motor Listrik yang Belum Jelas Dealer-nya?
GH News April 22, 2026 05:08 PM
Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor listrik merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tapi kenapa motor listrik yang dipakai bukan yang sudah memiliki infrastruktur di Indonesia?

Dua motor listrik yang dipakai adalah Emmo JVX GT dan JVH Max, ini merupakan jenama rebranding atau diganti labelnya dengan embel-embel Emmo oleh PT Adlas Sarana Elektrik. Perusahaan itu juga menempelkan stiker BGN.

Namun diketahui merek asli Emmo JVX GT adalah Tinbot atau Kollter ES1 Pro-M. Motor ini diproduksi perusahaan manufaktur asal China, yaitu Jiangsu Keyroad Transportation Technology Co Ltd. Hal itu dikonfirmasi oleh Kepala BGN Dadan Hindayana.

"Motor ini di Eropa ada merek lain, sejenis tapi dengan merek yang berbeda. Kalau di Eropa namanya Tinbot. Di Eropa dan Kanada karena itu satu jenis," kata Dadan sembari mengecek ulang jenama motor tersebut melalui layar ponselnya saat ditemui detikX.

Saat disinggung mengapa memilih motor yang jaringan infrastrukturnya belum banyak, Dadan mengaku sedang meminta klarifikasi kepada pihak pejabat pembuat komitmen.

"Ya, ini harus ditanyakan kepada pejabat pembuat komitmen. Secara detail," kata Dadan.

Di sisi lain, banyak pabrikan Indonesia yang sudah menjual serta mendirikan layanan purna jual. Kenapa BGN tidak memilih produk yang sudah ada? "Itu bagian klarifikasi yang sedang saya minta," tambahnya lagi.

Sebagai informasi tambahan, motor listrik MBG itu diketahui punya banderol Rp 42 juta. Dadan Hindayana mengungkap bahwa harga motor listrik itu didapat dengan banderol lebih murah dari harga pasaran.

"Kalau untuk sementara dari laporan yang ada kan, ada harga pasar ya. Ini berbasis laporan sih di bawah harga pasar. Harga pasar kalau tidak salah antara Rp 52 juta sampai 56 juta. Kemudian untuk pengadaan BGN untuk yang trail harganya kurang-lebih Rp 43 juta, antara Rp 42 sampai Rp 43 juta," jelas Dadan.

"Dan kemudian untuk yang motor listrik biasa itu Rp 41 juta," kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.