TRIBUNNEWS.COM - Legenda voli Indonesia, Agung Seganti, menjagokan Jakarta LavAni sebagai juara Proliga 2026. 3 pemain menjadi kunci kesuksesan.
Jakarta LavAni mencoba menggagalkan Jakarta Bhayangkara Presisi mengukir sejarah pada perebutan gelar juara Proliga 2026 yang mengusung sistem best of three.
Grand Final Proliga 2026 mempertemukan Jakarta LavAni vs Jakarta Bhayangkara Presisi di GOR Amongrogo, Yogyakarta pada 24-26 April mendatang.
Sebagai catatan, sejak Proliga digulirkan tahun 2002, belum ada tim di sektor putra yang menjadi juara dalam tiga edisi berturut-turut.
Jakarta Bhayangkara Presisi memiliki kans itu, mengingat mereka adalah kampiun Proliga 2024 dan 2025.
LavAni jelas tak ingin kalah, yang pada dua kesempatan itu juga selalu menelan kekalahan dalam perebutan gelar juara melawan Bhayangkara Presisi.
"Kalau saya menjagokan LavAni menjadi juara (Proliga 2026-red)," respons Agung Seganti ketika dihubungi Tribunnews soal prediksi Grand Final, Rabu (22/4) sore WIB.
"Tetapi (syarat LavAni juara-red), mereka juga harus bermain rapi seperti di Final Four. Baik itu menyerang, servis, receive, dan bertahan harus oke," sambung pria yang pernah membela Timnas Voli Putra Indonesia 2009 hingga 2015.
Jakarta LavAni bukannya tanpa alasan menjadi unggulan. Faktanya, sejak fase reguler digelar awal Januari hingga Final Four rampung, Boy Arnez Arabi dan kolega sekalipun belum menelan kekalahan alias unbeaten.
Lain cerita dengan Jakarta Bhayangkara Presisi, yang sepanjang musim Proliga 2026, selalu menjadi bulan-bulanan LavAni.
Tetapi, LavAni, tim yang dimiliki Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ini juga tak boleh lupa. Bahkan musim lalu mereka juga memiliki statistik apik tak terkalahkan pada fase reguler maupun Final Four.
Namun pada perebutan gelar juara, LavAni harus mengakui kemenangan Rendy Tamamilang dan kolega.
Di sisi lain, penerapan sistem best of three perebutan gelar juara membuat partai Grand Final akan berlangsung alot. Tim yang meraih kemenangan di dua laga lebih dulu akan dipastikan menjadi pemenang.
Namun jika kedudukan sama kuat 1-1, pertandingan ketiga untuk menentukan siapa yang terbaik di Proliga 2026 wajib digelar.
Baca juga: Jadwal Proliga 2026: Penentuan Samator dan Popsivo Segel Juara 3 atau Kena Comeback
Agung Seganti yang semasa kariernya di Proliga pernah memperkuat Aneka Gas Sidoarjo, Jakarta Pertamina, Palembang Bank SumselBabel, dan Kudus Sukun Badak, mengamati secara jeli peta kekuatan LavAni.
Dalam penilaiannya, tiga pemain LavAni bisa menjadi kunci kesuksesan serangan untuk memastikan gelar juara Proliga 2026 jatuh ke pelukan mereka.
"Boy Arenz, Taylor Sander, sama Georg Grozer sangat bagus dalam menyerang. Tetapi juga jangan langsung lengah," sambung pria yang kini menjadi pelatih Kudus Sukun Badak di ajang Livoli.
Peringatan legenda bola voli Indonesia ini bukannya tanpa sebab.
Sebagai sosok yang juga menikmati geliat kompetisi bola voli Tanah Air, Agung Seganti secara terbuka mengakui kekuatan Jakarta Bhayangkara Presisi.
Apalagi jika di final, mental menjadi faktor utama yang berpengaruh besar dalam sebuah pertandingan.
"Atmosfer grand final jelas akan berbeda. Mental dan hoki akan berbicara di sini," sambungnya menilai.
"Apalagi pemain Jakarta Bhayangkara Presisi juga enggak kaleng-kaleng (kualitas-red). Pengalaman jadi juara juga sudah sering."
Jakarta Bhayangkara Presisi didominasi oleh pemain yang pernah membawa Surabaya Samator berada di era keemasan Proliga.
Yuda Mardiansyah, Rendy Tamamilang, dan Nizar Zulfikar, merupakan andalan Jakarta Bhayangkara Presisi, berstatus jebolan Samator. Dikombinasikan dengan pemain muda seperti Agil Angga Anggara, Ahmad Gumilar, dan Fahreza Rakha Abhinaya, membuat Bhayangkara Presisi solid secara permainan dan mental.
"Mudah-mudahan LavAni bisa konsisten dan menjadi juara," harap Agung Seganti mengakhiri.
(Tribunnews.com/Giri)