Renungan Harian Kristen 23 April 2026 - Tetap Fokus kepada Tuhan
Bacaan ayat: Hakim-hakim 8:7 (TB) Lalu kata Gideon: "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak."
Oleh Pdt Feri Nugroho
Tidak banyak orang yang mampu bertahan ketika harga dirinya dijatuhkan. Mungkin bertahan dengan menangis, namun itu tidak menyelesaikan persoalan.
Beberapa berkembang sebagai kemarahan yang dipendam, bahkan menumpuk menjadi dendam yang tidak berujung.
Tidak bisa disangkal bahwa dosa telah merusak citra diri. Menolak diri sendiri, tidak percaya diri; menjadi gejala umum.
Akibatnya bermusuhan dengan diri sendiri. Menjadi wajar jika ada orang lain yang menyentuh harga dirinya, maka permusuhan akan meruncing.
Padahal faktanya, caci maki sekalipun tidak pernah menyentuh harga diri seseorang. Sentuhan caci maki hanya terjadi ketika diijinkan.
Gideon disentuh harga dirinya, sebagai pemimpin yang belum mengalahkan musuh. Nampaknya bukan hanya disentuh, namun diobrak-abrik harga dirinya sebagai pemimpin yang kelaparan dan memohon bantuan pihak lain.
Padahal permintaannya kepada orang Sukot, bukan untuk dirinya melainkan untuk rakyat, para tentara yang maju ke medan pertempuran.
Ejekan mengalir deras; "Sudahkah Zebah dan Salmuna itu ada dalam tanganmu, sehingga kami harus memberikan roti kepada tentaramu?"
Ini pelecehan. Tidak bisa dibiarkan!
Meskipun demikian, Gideon tidak terpancing untuk marah dan ugal-ugalan.
Hal ini terlihat dari respon jawaban yang dia lontarkan; "Kalau begitu, apabila TUHAN menyerahkan Zebah dan Salmuna ke dalam tanganku, aku akan menggaruk tubuhmu dengan duri padang gurun dan onak."
Dalam hal ini Gideon tetap fokus pada Tuhan yang berkarya. Bahwa Tuhan yang bertindak menyerahkan, bukan karena kehebatan yang dimilikinya sebagai tentara.
Ia tidak perpancing oleh ejekan yang dilontarkan oleh orang Sukot. Ia justru mengajak mereka bertaruh dengan tetap fokus pada Tuhan yang berkarya.
Dalam hal ini mengalahkan Zebah dan Salmuna adalah karya Tuhan, bukan kehebatannya.
Salah satu ciri khas dosa ialah fokus pada diri sendiri. Ketika seseorang fokus pada diri sendiri, maka akan sangat rentan untuk tersinggung, merasa tidak layak, tidak bisa, tidak mampu; merasa unggul dan ingin dihargai lebih.
Ini penyakit yang mematikan kehidupan.
Gideon memberikan teladan baik bagi kita. Ejekan tidak membuatnya beralih fokus. Ia tetap fokus pada Allah yang berkarya.
Baginya, kemenangan dalam mengalahkan musuh adalah karya Tuhan dalam kehidupannya. Ia tidak mau mencuri kemuliaan Tuhan.
Dalam hal ini, fokus pada Tuhan akan menolong seseorang untuk melihat karya-Nya dalam segala perkara. Amin
Renungan Kristen oleh Pdt Feri Nugroho, GKSBS Siloam Palembang