TRIBUNKALTARA.COM - Simak 4 fakta Inter Milan ke final Coppa Italia selepas comeback dramatis singkirkan Como 1907, malam spesial Hakan Calhanoglu dan Petar Sucic.
Magis Inter Milan kembali memaksa Como 1907 menderita musim ini, pada leg kedua semifinal Coppa Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Rabu (22/4/2026) pukul 02.00 WIB.
Setidaknya hingga 85 menit waktu berjalan, Como nyaris menginjakkan kaki di Roma untuk final Coppa Italia.
Baca juga: Hasil Coppa Italia, Deja Vu Comeback Inter Milan Singkirkan Como, Calhanoglu dkk ke Final
Namun mimpi menciptakan sejarah itu buyar, Inter Milan justru membalikkan kedudukan menjadi 3-2 yang memaksa tim besutan Cesc Fabregas tertunduk lesu.
Comeback dramatis Nerazzurri tak lepas dari kontribusi Hakan Calhanoglu yang bermain penuh sepanjang laga.
Gelandang asal Turki itu menjalani malam spesial berkat dua gol dan satu assist untuk mengantarkan Inter Milan ke final Coppa Italia.
Selain Hakan Calhanoglu, pertandingan ini juga menjadi panggung pembuktian bintang muda Kroasia, Petar Sucic yang berhasil menggeser gemerlapnya Martin Baturina dari sorotan.
Calhanoglu dan Petar Sucic berhasil mendapatkan rating pemain tertinggi di laga tersebut dengan nilai 7,5, disusul Martin Baturina yang mengantongi 7 poin.
1. Malam spesial Calhanoglu
Regista Nerazzurri, Hakan Calhanoglu sekali lagi membuktikan dirinya sebagai sosok pemimpin sejati Inter Milan.
Dipercaya bermain sejak menit awal, Hakan Calhanoglu menjadi inspirasi comeback dramatis Inter Milan atas Como.
Tanda-tanda kebangkitan Inter terlihat setelah gelandang 32 tahun ini melepaskan tembakan spesialisasinya dari luar kotak penalti.
Bola sepakan keras Hakan Calhanoglu yang sempat mengenai kaki Jacobo Ramon, tak dapat diantisipasi Jean Butez, dan mengubah kedudukan menjadi 1-2 untuk Nerazzurri.
15 menit sebelum laga bubar, lagi-lagi Hakan Calhanoglu mencatatkan namanya di papan skor.
Kali ini, ia mencetak gol dari sundulan setelah memanfaatkan assist Petar Sucic.
Itu merupakan gol sundulan perdana Hakan Calhanoglu bersama Inter Milan.
Klimaksnya, eks gelandang AC Milan ini mencipatakan assist untuk gol kemenangan Nerazzurri yang dicetak Petar Sucic pada menit 89.
Dua gol dan satu assist Calhanoglu di laga itu menjadi mimpi buruk bagi tim asuhan Cesc Fabregas.
Baca juga: Komentar Terbaru Chivu usai Inter Milan Tembus Final Coppa Italia, Como Gigit Jari
Di akhir laga, allenatore Como 1907 itu memuji penampilan Hakan Calhanoglu sebagai pemain yang spesial.
"Saya jatuh cinta pada Hakan Calhanoglu. Tentu ketika kami bermain melawan Inter Milan, hal pertama yang saya lihat adalah apakah dia bermain atau tidak, dan dari situ kami membangun pertandingan," ungkap Cesc Fabregas dalam wawancara pascapertandingan.
Lewat teknik dan kematangannya di lapangan, Calhanoglu telah membuyarkan ambisi Como 1907 yang nyaris melaju ke final Coppa Italia.
"Pemain seperti dia menemukan solusi meskipun kamu bermain hampir sempurna. Orang seperti Calhanoglu, Pirlo, Modric, Kroos, tidak banyak. Calhanoglu benar-benar pemain yang bisa memudahkan Anda membangun tim," ujar allenatore asal Spanyol itu.
Sementara itu, dua gol ke gawang Como ini terasa jauh lebih spesial bagi Calhanoglu, lantaran menambah koleksinya menjadi 50 gol bersama Inter Milan.
"Saya bahagia bisa mengubah jalannya pertandingan dan membantu tim; di babak kedua kami telah menjalankan tugas kami dengan semestinya," kata Calhanoglu.
Hasil ini, telah memunculkan harapan bagi Calhanoglu dkk untuk mengakhiri musim dengan raihan dua trofi, yakni Scudetto dan Coppa Italia.
Nerazzurri selangkah lagi bisa menyabet double winner dengan syarat tetap fokus dan tak terlena.
"Sekarang kami ingin mencoba menyapu bersih kedua trofi. Kami sudah berada di final Coppa Italia, namun sebelum itu, ada pertandingan-pertandingan krusial yang menanti di liga," ujarnya.
2. Panggung Pemain Potensial Kroasia
Jangan lupakan pula, laga ini sebenarnya menjadi panggung pemain potensial Kroasia.
Tiga pemain Italia yang diturunkan di lapangan justru kalah bersinar dari duo Kroasia yang berhasil mencuri perhatian.
Mereka adalah Martin Baturina yang memperkuat Como, dan Petar Sucic di Inter Milan.
Awalnya, Martin Baturian yang lebih dulu memunculkan harapan untuk Como dengan memecah kebuntuan pada menit 32.
Gelandang berusia 23 tahun itu dengan cerdik mencari celah kosong menyambut umpan diagonal Ignace Van Der Brempt untuk membawa Como unggul 1-0.
Bagi Baturina, itu merupakan gol keduanya di Coppa Italia musim ini dari total 8 gol yang dicetaknya untuk Como.
Tetapi, nama Martin Baturina hanya sebentar saja mengisi gemerlapnya malam di Meazza.
Ia tersisih oleh kompatriotnya sendiri yang menjadi supersub untuk kemenangan Inter Milan, Petar Sucic.
Sucic hanya membutuhkan setengah jam di lapangan untuk membuktikan kualitasnya.
Baca juga: Inter Milan Segel Tiket ke Liga Champions, Pelatih AC Milan Buru-buru Ucapkan Selamat Scudetto
Masuk dari bangku cadangan, Petar Sucic berhasil menyumbangkan dua assist untuk gol Hakan Calhanoglu.
Pada akhirnya, gelandang berusia 22 tahun itu keluar sebagai pahlawan berkat golnya di menit 89 yang mengubah kedudukan menjadi 3-2 untuk Nerazzurri.
Menariknya, Petar Sucic dan Martin Baturina adalah pemain yang musim sebelumnya berbagi ruang ganti di Dinamo Zagreb.
Keduanya sudah saling kenal sejak menjalani masa akademi di Zagreb.
Tetapi musim ini berkata lain, Petar Sucic lah yang menyingkirkan Martin Baturina dari sorotan di semifinal Coppa Italia.
"Saya sangat senang, ini luar biasa. Kami tertinggal 2-0 dan berhasil membalikkan keadaan, itu tidak pernah mudah," kata Petar Sucic.
"Hal yang sama kami lakukan melawan mereka di liga, ini membuktikan kami telah menunjukkan mentalitas kami yang tidak pernah menyerah," ujarnya menambahkan.
3. Fabregas Senang Dua Kali Nyaris Menang
Sementara itu, Cesc Fabregas enggan menyesali kekalahannya atas Inter Milan besutan Cristian Chivu.
Taktik penguasaan bola dan sentuhan pendek sempat membuat Como 1907 berada di atas angin.
Tetapi, pendekatan agresif Cristian Chivu membuat Como kembali tak berdaya dengan cara yang sama, kalah meski unggul dua gol lebih dulu.
"Sangat menyenangkan telah hampir mengalahkan Inter Milan dua kali, tapi saya tahu dari mana kami berasal, saya sangat tenang," kata Cesc Fabregas.
Menurutnya, Inter Milan lebih matang karena punya para pemain berpengalaman, dibandingkan Como yang dihuni mayoritas pemain muda.
"Kebanggaan besar atas apa yang telah kami tunjukkan, masih kurang sedikit tapi saya sudah tahu karena kami bermain melawan tim veteran," ucapnya.
"Tim yang akan memenangkan scudetto bukanlah hal mudah katanya karena Chivu tidak akan bilang begitu, tapi dengan pemain-pemain ini kamu selalu lebih dekat untuk menang," pungkasnya.
4. Final Coppa Italia ke-16 Inter
Bagi Inter Milan, hasil ini mengantarkan mereka mencapai final Coppa Italia ke-16 sepanjang sejarah mereka.
Nerazzurri cuma tertingal dari AS Roma (17) dan Juventus (22) yang memiliki catatan final Coppa Italia lebih banyak.
Namun Inter juga berpeluang meraih double winner musim ini jika memenangkan Scudetto dan Coppa Italia.
Gelar ganda domestik ini terakhir kali diraih Inter Milan saat era Jose Mourinho (2010), saat dimana Nerazzurri juga memenangkan Liga Champions.
Menariknya, pelatih Inter Milan Cristian Chivu juga merupakan bagian dari skuad 2010 sebagai pemain.
Ia berpeluang mengawinkan gelar prestisiut tersebut sebagai pelatih musim ini.
Jika berhasil, maka Cristian Chivu akan mengoleksi total lima gelar (3 sebagai pemain, 2 sebagai pelatih), sebuah pencapaian personal yang luar biasa.
Berikut rating pemain Inter Milan vs Como di Coppa Italia:
- Inter Milan (3-5-2)
13-Josep Martinez - 6,5
25-Manuel Akanji - 5
15-Francesco Acerbi - 5
30-Carlos Augusto - 6
11-Luis Henrique - 5,5
23-Nicolo Barella - 5,5
20-Hakan Calhanoglu - 7,5
7-Piotr Zileinski - 5
32-Federico Dimarco - 5
14-Ange-Yoan Bonny - 5
9-Marcus Thuram - 5,5
Cadangan
17-Andy Diouf - 7
8- Petar Sucic - 7,5
31-Yann Bisseck - 5,5
94-Pio Esposito - 6
2-Denzel Dumfries -
Pelatih: Cristian Chivu - 7
- Como 1907 (3-4-2-1)
1-Jean Butez - 6
14-Jacobo Ramon - 6
34-Diogo Carlos - 6,5
2-Marc-Oliver Kempf - 5,5
77-Ignace Van Der Brempt - 6,5
23-Maximo Perrone - 6,5
33-Lucas Da Cunha - 7
3-Alex Valle - 5,5
20- Martin Baturina - 7
10-Nico Paz - 6
11-Anastasios Douvikas - 6
Cadangan
6-Maxence Caqueret - 6
38-Assane Diao - 5
28-Ivan Smolcic - 5,5
17-Jesus Rodriguez -
7-Alvaro Morata -
Pelatih: Cesc Fabregas - 6
(*)
(TribunKaltara.com/ Cornel Dimas Satrio K)