TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Update pencarian dua bocah hanyut terseret ombak di kawasan Pantai Ujung Karang, tepatnya di belakang Kampung Universitas Bung Hatta (UBH), Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, pada Rabu (22/4/2026).
Pencarian terhadap korban bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9) terus berlangsung. Setiap harinya, petugas melakukan evaluasi dan memperluas pencarian.
Namun, hingga pencarian hari kelima, petugas belum menemukan korban maupun tanda-tanda keberadaannya.
Operasi pencarian juga dibantu nelayan setempat. Kemudian, agar pencarian lebih efektif, petugas menerjunkan penyelam di titik korban tenggelam terseret ombak.
Baca juga: Hari Kelima Pencarian 2 Bocah Hanyut di Pantai Ujung Karang Padang, Nelayan Ikut Bantu Penyisiran
Wartawan TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, menyaksikan petugas memakai peralatan lengkap untuk menyelam dalam rangka pencarian korban tenggelam.
Penyelam tampak menggunakan peralatan lengkap, seperti masker, snorkel, fins, Buoyancy Compensator Device (BCD), regulator, tabung udara, wetsuit/drysuit, weight belt, senter selam, tali pengaman dan lain sebagainya.
Penyelam yang melakukan pencarian fokus menyisiri area di pinggir laut atau lokasi terakhir korban terlihat.
Di sekitar penyelam, petugas dengan menaiki perahu karet tampak siaga. Beberapa lainnya terus berupaya melakukan penyisiran.
Namun hingga pukul 17.01 WIB, pencarian masih berlangsung di tengah cuaca panas dan terik matahari yang masih menyengat.
Proses pencarian hari kelima korban hanyut di Pantai Ujung Karang, belakang kampus Universitas Bung Hatta (UBH), Kecamatan Padang Utara, Kota Padang tengah berlangsung, Rabu (22/4/2026) sore.
Korban hanyut berjumlah dua orang, identitas mereka yakni Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Gunung Pangilun.
Dua orang ini sebelumnya dilaporkan hanyut saat berenang bersama teman-temannya pada Sabtu (18/4/2026) siang lalu.
Hingga kini, pencarian belum membuahkan hasil sejak dilaporkan hilang Sabtu siang lalu.
Baca juga: Harga BBM dan Gas Elpiji Naik, Kepala BGN Jamin Kualitas Makan Bergizi Gratis Tetap Terjaga
Pantauan TribunPadang.com di lapangan sekira pukul 16.03 WIB, pencarian masih berlangsung di lokasi terakhir hilangnya korban.
Di tengah laut, tampak lima perahu karet milik tim gabungan tengah menyusuri sekitar lokasi hilangnya korban.
Selain itu, terdapat tiga kapal nelayan yang juga ikut membantu proses pencarian di hari kelima ini.
Sementara di pinggir pantai, masyarakat sangat ramai menyaksikan proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
Baca juga: Haru dan Bahagia Warnai Pelepasan Calon Jemaah Haji dan Purna Tugas di UIN Imam Bonjol Padang
Hingga pukul 16.23 WIB, pencarian masih berlangsung di tengah cuaca panas dan terik.
Pantauan di lapangan, air laut tampak surut, batu-batu di pinggir pantai terlihat. Sebelumnya batu-batu ini sempat tertutup oleh air laut.
Di bagian tengah, air laut tampak keruh, namun ombak tak begitu besar pada pencarian hari kelima.
Meski begitu, perahu karet dan perahu nelayan terus memutari sekitar lokasi untuk mencari dua bocah tersebut.
Upaya menyelamatkan bocah yang tenggelam kawasan Pantai Ujung Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026), dilakukan warga, sesaat setelah mengetahui kejadian.
Mayang seorang warga yang ada di lokasi bahkan sempat melarang anak-anak yang hendak berenang saat mereka ada di pantai yang berada di belakang kampus Universitas Bung Hatta itu.
Sebelum kejadian, dirinya sempat melihat enam orang anak berada di lokasi pantai.
Dua orang berada di pinggir, sementara empat lainnya berada di bagian tengah laut.
“Awalnya saya melihat ada dua anak di pinggir dan empat di tengah. Tiba-tiba saya mendengar teriakan minta tolong, lalu saya lihat ke arah pantai, ternyata ada yang hanyut,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari teman korban, dua anak yang pertama kali hanyut adalah Rasyid dan seorang lainnya yang akrab disapa Popo.
Mayang menyebut, saat kejadian sempat ada upaya penyelamatan oleh salah seorang teman korban bernama Naufal.
Namun usaha tersebut gagal akibat kuatnya ombak.
“Saya lihat Naufal sempat menarik temannya yang hanyut, tapi karena ombak besar, pegangannya terlepas. Akhirnya mereka terpisah, satu ke arah pantai, satu lagi ke arah laut,” jelasnya.
Melihat kondisi tersebut, Mayang langsung berupaya mencari pertolongan.
Ia berlari menuju arah kampus dan meminta bantuan kepada petugas keamanan yang ditemuinya.
“Saya sempat ke kampus, ketemu satpam yang sedang makan, lalu dia langsung meninggalkan makanannya dan menuju ke pantai,” katanya.
Baca juga: Breaking News 2 Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belakang Kampus Bung Hatta
Tak berhenti di situ, Mayang juga berusaha mencari alat bantu untuk evakuasi.
Ia menuju kawasan pintu muara dan meminta bantuan nelayan yang baru pulang melaut untuk meminjam pelampung dari ban bekas.
Namun saat kembali ke lokasi, para korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air.
“Waktu saya kembali, anak-anak yang hanyut sudah tidak nampak. Teman-temannya juga sudah tidak ada di lokasi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sebelumnya dirinya bersama beberapa warga juga sempat berinisiatif melakukan penyelamatan.
Bahkan ada dua pemuda yang mencoba menuju ke tengah laut, namun terhambat karena kondisi karang yang melukai kaki.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.49 WIB.
Saat itu, menurut Mayang, kondisi pantai relatif sepi dan tidak ada pengawasan.
“Saya sebenarnya sudah heran melihat mereka berenang di sana. Saya sempat melarang dan menyuruh mereka naik, tapi tidak dihiraukan. Tidak lama setelah itu, mereka hanyut,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan bahwa dua anak yang dilaporkan tenggelam masing-masing bernama Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), warga Kelurahan Gunung Pangilun.
Ia menjelaskan, kejadian bermula saat enam anak berenang di lokasi dengan kondisi ombak yang tidak bersahabat serta air yang keruh.
“Empat anak berada di tengah dan berusaha kembali ke pinggir. Namun dua anak diduga terseret ombak dan hilang,” kata Hendri.
Sabak mengungkung wajah Yulidar, nenek Zafran Al Malik Akbar (9), bocah yang tenggelam di Pantai Ujung Karang, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026) sore
Cucu Yulidar hanyut di pantai tersebut saat berenang bersama teman-temannya sekira pukul 12:40 WIB.
Sabtu siang sekira pukul 16:00 WIB, kabar tak mengenakan itu sampai juga ke telinga Yulidar. Dengan hati kacau balau, ia melangkah ke Pantai Ujung Karang.
Di sana, mata merah dan tetesan tangis tak terbendung, melihat dua perahu karet milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan. Sementara, sang cucu tak kunjung ditemukan hingga pukul 18:00 WIB.
Yulidar tak tahu jika sang cucu pergi meninggalkan rumah untuk pergi berenang ke Pantai Ujung Karang.
Tiba-tiba, kabar duka datang, mengabarkan sang cucu telah hanyut saat berenang di pantai bersama teman-temannya.
"Tidak tahu kalau pergi berenang, tiba-tiba dapat informasi kalau dia hanyut di sini," terang Yulidar dengan tatapan kosong ke arah laut.
Sementara di lokasi, masyarakat begitu ramai menyaksikan proses pencarian.
Bahkan saat dua perahu milik Kantor SAR Kelas A Padang ditarik ke daratan, rasa penasaran masyarakat tak kunjung mereda.
Perlahan, matahari mulai tenggelam ke laut, awan mulai meredup, pertanda pergantian siang ke malam.
Baca juga: SAR Padang Ungkap Alasan Hentikan Proses Pencarian 2 Bocah Tenggelam di Malam Hari
Di tengah suasana itu, keluarga lainnya tak berhenti berharap terhadap korban.
Sembab mata cukup membuktikan bagaimana mereka kehilangan sosok anak atau cucu kesayangan.
Mulai dari ibu, ayah, kakak dan kerabat lainnya. Kesedihan mereka tak terbendung, dan harus ditenangkan oleh masyarakat sekitar.
"Saya berdoa terus, bertemu lah cucu saya, dia sekarang kelas 3 di SDN 06 Padang," terangnya.
Perlahan, gelap pun datang, para keluarga masih berharap di tengah derasnya gelombang.
Menanti cucu kesayangan balik ke daratan.(*)