Kisah Intan Anggota TNI Perempuan Asal Sumsel Tugas di Lebanon, Tiga Rekannya Gugur Saat Tugas
Refly Permana April 22, 2026 07:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Intan Indah Lestari (26), anggota Denpom II/4 Sriwijaya, memperlihatkan dedikasi sebagai prajurit TNI dengan pengalaman bertugas hingga misi perdamaian dunia di Lebanon.

Namun, misi tersebut juga menyisakan duka mendalam.

Tiga prajurit TNI dari Kontingen Garuda UNIFIL 23-S gugur dalam insiden di Lebanon Selatan pada akhir Maret 2026.

Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

“Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar merupakan komandan kami. Mereka sosok yang sangat baik dan berdedikasi. Kehilangan ini sangat terasa bagi kami,” tutur Intan dengan nada haru, saat diwawancarai di Rumah Singgah Sriwijaya, Rabu, 22 April 2026.

Baca juga: Langgar Kesepakatan, Israel Serang Lebanon Usai AS-Iran Gencatan Sejata, Selat Hormuz Ditutup Lagi

Meski penuh risiko, Intan menegaskan bahwa sebagai prajurit TNI, dirinya siap ditugaskan di mana pun.

“Pada prinsipnya, kami siap ditugaskan ke mana saja. Ini adalah bentuk pengabdian kami kepada negara,” tegasnya.

Setelah pulang dari Lebanon, Intan bergabung menjadi Relawan Rumah Singgah Sriwijaya di Palembang.

Perempuan asal Kabupaten Lahat ini bergabung dengan TNI Angkatan Darat melalui jalur prestasi pada 2019.

Sebelum menjadi prajurit, Intan merupakan atlet arung jeram dan panjat tebing.

Kemampuan dan prestasinya tersebut membawanya lolos seleksi Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad).

"Saya masuk TNI tahun 2019 melalui jalur prestasi. Sebelumnya saya atlet arung jeram dan panjat tebing. Alhamdulillah saat ada pembukaan Kowad, saya ikut dan diterima,” kata Intan 

Pada 2020, ia dipercaya menjadi ajudan istri Pangdam II/Sriwijaya selama dua tahun.

Pengalaman itu menjadi bekal penting dalam kedisiplinan dan tanggung jawabnya sebagai prajurit.

Puncak pengabdian Intan terjadi pada 2024, ketika ia terpilih mengikuti Satgas Kontingen Garuda UNIFIL 23-S untuk misi perdamaian di Lebanon.

Baca juga: Sosok Praka Farizal Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Ayah Satu Anak, Karang Taruna Aktif Semasa Muda

Ia menjalankan tugas selama satu tahun sebagai peacekeeper di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Sebagai peacekeeper, kami harus netral, tidak boleh memihak. Tugas kami lebih banyak patroli dan membantu masyarakat, seperti membersihkan jalan, bersosialisasi dengan warga, hingga mengunjungi sekolah-sekolah,” jelasnya.

Menurut Intan, kondisi di Lebanon saat itu cukup memprihatinkan akibat konflik yang terjadi.

Banyak rumah warga rusak karena serangan, sementara masyarakat sempat mengungsi demi keselamatan.

“Yang paling terlihat itu rumah-rumah yang hancur. Warga biasanya diminta pergi saat situasi memanas. Kami hadir untuk membantu dan memberi rasa aman,” ungkapnya.

Selama bertugas, Intan juga mendapatkan pengalaman berharga, mulai dari beradaptasi dengan lingkungan baru, memahami budaya setempat, hingga mengenal bahasa dan kebiasaan masyarakat Lebanon.

Ia kembali ke Indonesia pada Desember 2025 dan kini sudah tiga bulan berdinas di Denpom II/4 Palembang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.