Persija Jakarta Remis Kontra PSIM Yogyakarta, The Jakmania Kecewa Berat & Ungkap 4 Hal Ini
Yonatan Krisna April 22, 2026 07:40 PM

TRIBUNWOW.COM - Persija Jakarta gagal meraih hasil positif saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan 29 Super League 2025/2026.

Dilansir TribunWow.com, Persija Jakarta bermain remis alias imbang kontra PSIM Yogyakarta dengan skor 1-1 dalam pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan, Dipta, Gianyar, Bali pada Rabu, 22 April 2026 tersebut.

Persija Jakarta bermain cukup dominan dan berulang kali menyerang pertahanan PSIM Yogyakarta.

Namun serangan Persija Jakarta tersebut terlalu monoton dan mudah diantisipasi lini belakang Laskar Mataram.

Selain itu, performa gemilang kiper PSIM Yogyakarta, Cahya Supriadi menjadi faktor di balik kesulitan Persija Jakarta mencetak gol.

Baca juga: Hasil Akhir Laga PSIM Yogyakarta Vs Persija: Gagal Comeback, Macan Makin Sulit Juarai Super League

Cahya Supriadi membuat banyak penyelamatan gemilang di bawah mistar dan menggagalkan sederet peluang emas milik Persija Jakarta.

Hasil imbang yang didapat Persija Jakarta di laga ini menuai sorotan tajam dari suporter setianya, The Jakmania.

The Jakmania kecewa berat dengan hasil imbang yang didapat Persija Jakarta tersebut.

Setidaknya ada 4 (empat) hal yang diungkapkan The Jakmanai setelah Persija Jakarta bermain imbang melawan PSIM Yogyakarta. 

Pertama, The Jakmania mengkritik tajam taktik Mauricio Souza yang buruk dan mudah dibaca lawan.

Kemudian The Jakmania juga mengkritik performa para pemain asing Persija Jakarta yang dicap minor di laga ini.

Mereka pun meminta kepada Persija Jakarta untuk mengevaluasi tim di akhir musim 2025/2026.

Baca juga: Respons Kecewa Jakmania setelah Persija Imbang Kontra PSIM di Babak 1, Semprot Sosok Rp8,69 M

Keempat, tak sedikit dari The Jakmania yang santer mendesak Mauricio Souza angkat kaki.

Rentetan kekecewaan The Jakmania tersebut tampak pada kolom komentar unggahan terkini akun Instagram Persija Jakarta yang memposting hasil akhir kontra PSIM Yogyakarta, Rabu, 22 April 2026.

"Koloni brazil ini mungkin pikirannya udh berlibur di rio de janeiro, menikmati pantai sambil barbeque bersama keluarga, karna mereka tau kontrak mereka ga akan diperpanjang dan memang TIDAK LAYAK DIPERPANJANG. game play makin amburadul, makin monoton tanpa ada variasinya. tiap freekick, corner bahkan penalti sekalipun selalu para brazil yg selalu mengeksekusi walaupun ga ada hasilnya. #bringbackthomasdoll," tulis @iamra***********.

"MAEN CROSSING⊃2; TERUS KAYA MAEN PS AJA HADEH," tulis @ar******.

"SUMPAH PADA GA PUNYA MENTAL JUARA!!!," tulis @wahy************.

"EVALUASI, WAJIB!!," tulis @an******.

"Pelatihnya minin taktik, tengahnya kurang kreativitas, musim depan wajib sih beli peralta kalo mau juara," tulis @lub******.

"PELATIH MINIM TAKTIK," tulis @hi************.

"MINIM TAKTIK CROSSING MULU," tulis @muh************.

"#maxwelout#," tulis @dzaik************.

Jalannya Pertandingan PSIM Yogyakarta Vs Persija Jakarta:

Babak Pertama:

Dony Tri nyaris blunder setelah bolanya direbut oleh Ezequiel Vidal di lapangan sendiri pada menit ke-2.

Ezequiel Vidal membuka gol pertama di menit ke-3 untuk PSIM Yogyakarta.

Bermula dari umpan yang diberikan Savio Sheva dari sisi tengah.

Vidal yang tak terkawal oleh Dony Tri di sisi kanan langsung melakukan tendangan.

Carlos Eduardo pun tak bisa menepis tendangan Vidal yang mendatar dan mengarah ke pojok gawang.

Cahya Supriadi melakukan penyelamatan gemilang di menit ke-9.

Saat Maxwell mendapatkan crossing dari Bruno Tubarao dari tiang jauh.

Tendangan Maxwell bisa ditepis oleh Cahya yang berujung pada bola mentah.

Bola itu menjadi kemelut di depan mulut gawang, namun Cahya langsung mengamankan dengan posisi tertelungkup.

Selang 1 menit, Eksel juga mendapatkan umpan dari Dony Tri yang bisa diselamatkan oleh Donny Warmerdam dengan memberikan bola pada Cahya Supriadi.

Di menit ke-17, wasit menunjuk titik putih dan mengeluarkan kartu kuning pada Donny Warmerdam.

Donny Warmerdam yang bermain baik selama 15 menit pertama ini harus menjalankan pekerjaan kotor dengan menarik baju dari Allano Lima.

Algojo penalti adalah Allano Lima berhasil menyamakan kedudukan skor 1-1.

Setelah gol tersebut, Persija Jakarta terus-terusan menekan PSIM Yogyakarta.

Di menit ke-24, Persija Jakarta mendapatkan kesempatan lewat umpan Bruno Tubarao.

Sundulan Eksel dari depan Cahya masih bisa diantisipasi.

Bruno x Maxwell lagi-lagi mengancam gawang Cahya di menit ke-33.

Sayangnya penyelesaian dari Maxwell tak sempurna karena sundulannya melebar ke atas gawang Cahya.

Eksel yang melakukan solo run, langsung melakukan keputusan dengan menendang bola sendiri, berujung pada kegagalan menyamping dari gawang.

Di menit ke-26, Maxwell kembali menebus kotak penalti setelah mengecoh 2 pemain lawan.

Tendangannya masih melenceng tanpa disentuh oleh Kiper Cahya.

Yusaku Yamadera mendapatkan kartu kuning di menit ke-39 setelah melanggar Allano Lima.

Skema yang sama dengan penalti pertama hingga Persija Jakarta mendaptakan penalti kedua.

Algojo penalti adalah Maxwell Souza yang berhasil ditepis oleh Cahya Supriadi.

Tendangan dari Maxwell terbaca oleh sang kiper muda tersebut.

Wasit memberikan tambahan waktu 2 menit di babak pertama namun tak ada tambahan gol tercipta.

Skor di babak pertama PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta 1-1.

PSIM YOGYAKARTA VS PERSIJA JAKARTA - Cuplikan pertandingan PSIM Yogyakarta Vs Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 April 2026.
PSIM YOGYAKARTA VS PERSIJA JAKARTA - Cuplikan pertandingan PSIM Yogyakarta Vs Persija Jakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Rabu, 22 April 2026. (Instagram @psimjogja_official)

Babak Kedua:

Babak Kedua baru berjalan lima menit, kedua tim sudah bermain dengan tensi tinggi.

PSIM Yogyakarta dan PSIM Yogyakarta berupaya keras untuk menambah gol di babak kedua demi meraih tiga poin.

Maxwell Souza melesatkan tendangan keras setelah berhasil memanfaatkan bola liar di kotak penalti pada menit ke-53.

Namun tendangannya di-block bek PSIM Yogyakarta dan bola memantul ke tengah lapangan.

Pada menit ke-55, Persija Jakarta mendapat momentum lewat kerja sama Maxwell Souza dan Allano Lima.

Maxwell Souza mengirim umpan assist lewat tandukan setelah menerima bola jauh dari Allano Lima.

Sayang, tak ada satu pun dari rekan Maxwell Souza yang mampu menerima umpannya.

Persija Jakarta mendapat peluang emas lewat tendangan bebas di dekat kotak penalto PSIM Yogyakarta setelah Maxwell Souza dilanggar M Iqbal pada menit ke-62.

Maxwell Souza yang menjadi eksekutor gagal menyelesaikan dengan baik peluang emas tersebut karena tendangannya membentur pagar hidup PSIM Yogyakarta.

Wasit meniup peluit setelah Allano Lima dijatuhkan di kotak penalti PSIM Yogyakarta pada menit ke-77.

Wasit kemudian mengecek VAR untuk meninjau ulang proses pelanggaran pemain PSIM Yogyakarta terhadap Allano Lima.

Setelah selesai mengecek VAR, wasit memutuskan untuk tak memberi hadiah penalti untuk Persija Jakarta karena ada indikasi offside.

Fajar Fathurrahman membuat pergerakan berbahaya yang mengncam gawang Persija Jakarta 82.

Ia mengirim umpan lambung ke kotak penalti PSIM Yogyakarta dan Cahya Supriadi gagal menggapainya.

Sayang, tak ada satu pun rekan-rekan Fajar Fathurrahman yang mampu menerima umpannya.

Gustavo Almeida melesatkan tendangan keras dan on target di depan gawang PSIM Yogyakarta setelah menerima umpan dari Fajar Fathurrahman di menit ke-84.

Sayang, tendangan Gustavo Almeida lengket di tangan Cahya Supriadi.

Gustavo Almeida melayangkan tandukan keras dan on target di menit tambahan waktu babak kedua.

Namun sundulan Gustavo Almeida tersebut berhasil ditangkap Cahya Supriadi.

Jean Mota melesatkan tendangan keras dari luar kotak penalti PSIM Yogyakarta setelah memanfaatkan bola liar di menit-menit akhir tambahan waktu babak kedua.

Tendangannya keras dan on target tetapi berhasil ditepis Cahya Supriadi.

Susunan pemain PSIM Yogyakarta vs Persija Jakarta:

PSIM Yogyakarta (Jean Paul van Gastel)

Kiper: Cahya Supriadi

Belakang: Franco Mingo, Van der Avert, Raka Cahyana, Yusaku Yamadera

Gelandang: Savio Sheva, Donny Warmerdam, Ze Valente

Penyerang: Deri Corfe, Muhammad Iqbal, Ezequiel Vidal

Persija Jakarta (Mauricio Souza)

Kiper: Carlos Eduardo

Belakang: Bruno Tubarao, Dony Tri, Jordi Amat, Paulo Ricardo, Rizky Ridho

Gelandang: Rayhan Hannan, Van Basty Sousa

Penyerang: Allano Lima, Maxwell Souza, Eksel Runtukahu

(TribunWow.com/Yonatan Krisna Halman Tri Santosa/Tiffany Marantika)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.