TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara/Hukum Administrasi Negara (APHTN/HAN) Wilayah Riau menggelar pertemuan dalam rangka persiapan Musyawarah Daerah (Musda), Minggu (19/4/2026). Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah program ke depan.
Kegiatan tersebut dihadiri para dosen dan pengajar bidang Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara dari berbagai perguruan tinggi di Riau. Suasana diskusi berlangsung aktif dengan berbagai masukan terkait pelaksanaan Musda yang direncanakan dalam waktu dekat.
Ketua APHTN/HAN Wilayah Riau, Mexsasai Indra, yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, memimpin langsung jalannya pertemuan. Ia menekankan pentingnya Musda sebagai forum strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam pengembangan keilmuan hukum di daerah.
Dalam arahannya, Mexsasai menyampaikan bahwa Musda tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga wadah untuk mempererat kolaborasi antar akademisi. Ia berharap forum ini mampu melahirkan gagasan baru yang relevan dengan perkembangan hukum ketatanegaraan saat ini.
“Melalui Musda, kita ingin memperkuat peran APHTN/HAN sebagai ruang kolaborasi akademik yang produktif, sekaligus mendorong kontribusi nyata dalam pengembangan hukum tata negara dan hukum administrasi negara, khususnya di Riau,” ujarnya.
Selain membahas persiapan Musda, pertemuan tersebut juga membawa kabar menggembirakan. Para dosen yang tergabung dalam APHTN/HAN Riau berhasil menerbitkan sebuah buku referensi Hukum Tata Negara yang ditulis secara kolaboratif.
Buku ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi mahasiswa maupun akademisi dalam memahami berbagai dinamika dan perkembangan Hukum Tata Negara, khususnya dalam konteks Indonesia. Kehadiran buku tersebut juga menjadi bukti produktivitas akademik para dosen di Riau.
Mexsasai menambahkan, penerbitan buku ini merupakan langkah awal untuk mendorong lebih banyak karya ilmiah dari para pengajar. Ia menilai, kolaborasi penulisan seperti ini perlu terus didorong agar dapat memperkaya literatur hukum di tingkat lokal maupun nasional.
Dengan adanya persiapan Musda yang semakin matang serta lahirnya karya akademik berupa buku referensi, APHTN/HAN Riau diharapkan semakin solid dalam menjalankan perannya sebagai wadah pengembangan keilmuan dan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan hukum. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)