TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Masyarakat Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan kembali mengeluhkan gengan air yang muncul setelah hujan lebat melanda dalam satu pekan ini.
Genangan air terpantau berbagai titik di wilayah Kota Pangkalan Kerinci setiap hujan lebat mengguyur.
Curah hujan yang tinggi menimbulkan banjir di daerah pemukiman masyarakat, merendam beberapa jalan dan akses utama, serta menggenangi lingkungan perumahan warga.
Alhasil setiap hujan lebat, banjir mengepung Pangkalan Kerinci yang merupakan ibukota Pelalawan.
"Dua hari ini banjir paling parah karena hujan lebat. Jalan BTN lama dan Jalan Pemda udah kayak lautan karena tergenang," sebut warga Pangkalan Kerinci, Hariyadi (44) kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (22/4/2026).
Keluhan serupa disampaikan Suryani (35). Ia sempat terjebak genagan air di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kota Pangkalan Kerinci, tepatnya di seberang Hotel Grand. Ketika menjemput suaminya pulang bekerja, ia menerobos hujan dan banjir. Beruntung sepeda motornya tidak terperosok ke lubang drainase.
"Paritnya ngak nampak lagi. Air nampak rata dari depan Ruko sampai ke jalan," katanya.
Pengendara juga mengeluarkan genangan air yang cukup dalam di dekat Tugu Bono di dampingi SMAN Bernas Pangkalan Kerinci, ketika hujan lebat beberapa hari terakhir.
Pengguna jalan terpaksa harus berjalan pelan menerobos banjir dari arah Jalan Koridor Kilometer 5 ke arah Mesjid Ulul Azmi.
"Banyak titik banjir karena parit dan drainase yang tersumbat. Harus dibersihkan dan diperluas lagi paritnya, supaya lancar," ungkap warga lainnya.
Dikonfirmasi terkair banyaknya titik banjir di Kota Pangkalan Kerinci, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (PUPR) Pelalawan, Irham Nisbar menyampaikan, pihaknya telah meninjau beberapa titik penyebab genagan air yang parah di wilayah perkotaan.
Pemantauan lokasi banjir dipimpin langsung oleh Bupati Pelalawan H Zukri.
"Solusi sementara ini, kita akan melakukan pembersihan drainase di beberapa titik. Sesuai arahan dari pak bupati," ujar Irham Nisbar.
Parit maupun drainase yang tersumbat diatasi oleh Dinas PUPR bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Pembersihan secara manual menggunakan tenaga manusia ke lokasi yang tidak terjangkau oleh alat berat.
Sedangkan titik-titik yang harus menggunakan alat berat, akan diterjunkan eskavator ataupun sejenisnya sesuai kebutuhan di lokasi.
"Kita akan membuat beberapa bak kontrol, supaya sampah yang ada sedimentasi bisa dibersihkan dengan cepat dan rutin," bebernya.
Di samping itu, Dinas PUPR akan melakukan perbaikan beberapa drainase yang telah rusak dan tidak berfungsi lagi. Pihaknya telah menginventarisir parit yang perlu direnovasi atau direhabilitasi.
"Penutup atas drainase juga perlu diganti di beberapa titik. Supaya pembersihannya lebih mudah," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)