Kisah Srikandi PLN Desi Ulfa dan Anis Lathifa, Kartini Masa Kini di Sektor Energi
Dwi Rizki April 22, 2026 11:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Di balik keandalan listrik nasional, terdapat para Srikandi PLN. 

Para perempuan hebat itu berjibaku bersama kaum lelaki dalam proses pembangunan infrastruktur kelistrikan nasional. 

Adalah Desi Ulfa dan Anis Lathifa Widya.

Keduanya mengemban tanggung jawab penting nan strategis di PLN Unit Induk Distribusi (UID) Provinsi Banten.

Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Desi menceritakan perjalanannya mendukung perjuangan rekannya sesama wanita yang bekerja di tengah-tengah identitas profesi yang digandrungi para pria.

"Saat ini PLN sangat memberi ruang bagi wanita buat untuk bisa berkreasi lebih dibanding laki-laki dibandingkan perusahaan lainnya, sehingga saya pribadi memiliki tagline agar women support women," ujar Desi Ulfa dikutip dari TribunTangerang (Warta Kota Network) di Kantor PLN UID Banten, Selasa (21/4/2026).

Menjadi srikandi PLN bukanlah hal yang mudah, Desi menunjukkan aksi nyata dalam mendukung proyek ketenagalistrikan hingga ke pelosok Provinsi Banten.

Sempat menjabat sebagai Manajer Unit Layanan di Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Anyer, ia memaparkan kinerjanya dalam melayani masyarakat di tengah-tengah perannya sebagai seorang istri dan ibu.

Pasalnya PT PLN Persero ULP Anyer menjadi garda terakhir memasok dan memastikan listrik tetap terjaga bagi masyarakat yang tinggal di pesisir provinsi paling barat Pulau Jawa tersebut.

Kolaborasi dalam menanggung peran orangtua menjadi kunci baginya dan sang suami dalam menjalani aktivitas antara kewajiban sebagai ibu dan tugas negara. 

"Ada saat-saat tertentu misalnya ketika tiba-tiba anak sakit dan harus dijemput, sedangkan saya masih bekerja, jadi harus komunikasi sama suami mencari solusi," ungkapnya. 

"Hingga akhirnya tentu meminta izin kepada teman-teman yang lain untuk saling mengisi ketika ada hal harus diselesaikan secara bersamaan tanpa lupa bertanggung jawab di perjaan yang akan datang lain waktu," sambungnya.

Kini ia mendapat kepercayaan menjadi Asisten Manajer Pemasaran PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan atau UP3 di Serpong yang bertugas untuk area di sekitar Tangerang Raya

Desi pun memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap dedikasi para pegawai perempuan yang turut andil dalam proses pembangunan infrastruktur kelistrikan.

Pasalnya seorang wanita disebut harus mampu memikul beban berlipat ganda dalam pekerjaan dan kompleksnya kehidupan sehari-hari dalam keluarga.

"Saya pribadi bersyukur punya suami yang mendukung penuh karir dan bisa saling berbagi peran kepada anak-anak, karena profesi ini cukup menjadi dilema bagi kami srikandi PLN," terangnya.

Serupa tak sama, Anis Lathifa Widya selaku Asisten Manager Pemasaran PLN UP3 Teluknaga juga berbagi kisahnya sebagai kartini di era modern saat ini.

Bertugas di pesisir wilayah Tangerang Utara membuatnya tak gentar menyelesaikan tugas dengan semaksimal mungkin.

Momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah yang baru satu bulan berlalu menjadi saksi dedikasinya dalam menjadi srikandi PLN.

Ketika wanita lain pada umumnya sibuk mempersiapkan hidangan makanan khas hari raya lebaran favorit keluarga, Anis justru harus bersiaga memastikan pasokan ketersediaan listrik tidak mengalami gangguan.

"Tradisi warga Indonesia dalam merayakan hari raya lebaran itu pasti kumpul keluarga untuk halal bihalal, tapi saya harus menunda karena siaga menjaga kehandalan listrik agar tetap aman," lanjut dia.

"Setiap hari lebaran saya tidak bisa meninggalkan pekerjaan minimal sampai lima hari setelahnya karena ada kunjungan dan monitoring pasokan listrik ke wilayah yang tidak boleh terganggu," paparnya.

Memimpin tiga UPT PLN dalam kurun waktu lima tahun terakhir cukup membuktikan ketangguhannya sebagai srikandi di tengah-tengah pekerjaan yang memiliki mayoritas pegawai adalah laki-laki.

Bersama dengan tim, ia bekerja keras menghadirkan listrik bagi warga tiga kabupaten di Banten yaitu Kabupaten Pandeglang, Cilegon sampai Tangerang.

Pengalamannya saat menjaga keandalan pasokan listrik di kawasan pesisir menjadi kebanggaannya dalam berbagai momen besar yang umumnya dirayakan bersama keluarga.

Meski tidak dapat meluangkan waktu bersama buah hati dan suami tercinta, namun menghadirkan listrik andal serta melihat wajah bahagia masyarakat membuatnya bersyukur lantaran bisa bermanfaat bagi banyak orang.

"Setiap tugas memiliki tantangannya masing-masing seperti harus siap sedia dengan telepon seluler (ponsel) ketika terjadi masalah tengah malam, saya harus memimpin tim agar koordinasi saling terjaga secara keseluruhan," ucapnya.

Perjalanan para srikandi PLN IUD Banten tersebut menjadi wujud nyata dari semangat Kartini masa kini. Sebab mereka tidak hanya berkontribusi dalam pekerjaan teknis dan administratif, namun membawa semangat perubahan, keberanian dan kesetaraan di sektor energi yang didominasi laki-laki.

Ke depan diharapkan dapat semakin banyak wanita yang berani memikul tanggung jawab berkaitan dengan masyarakat.

Terlebih dari tujuh unit teknis pelaksana PLN se-Banten, terdapat 18 persen posisi strategis di antaranya yang diemban kaum wanita.

"Sekarang ini perempuan itu menempati posisi strategis di setiap levelnya, tentu ini menjadi bukti nyata bagi perempuan muda di agar jangan takut mengambil kesempatan, kareka PLN memberi kesempatan bagi semua srikandi dan kartini muda," kata dia. (m28)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.