Sosok dan Latar Belakang Aditya Yusma: Pemuda Pekalongan Angkat Potensi Desa Lewat Film Pendek
Glery Lazuardi April 22, 2026 11:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Aditya Yusma, menjadi sosok di balik lahirnya program lomba film pendek Jaga Desa Award.

Program ini digagas sebagai langkah kreatif untuk mendorong transparansi, pengawasan, sekaligus promosi potensi desa di seluruh Indonesia.

Aditya menegaskan bahwa film pendek dipilih sebagai media yang dekat dengan masyarakat dan efektif menyampaikan pesan pembangunan desa.

“Desa bukan hanya dipromosikan secara wisata maupun budaya, tapi juga memahami program Jaga Desa agar ke depan tidak ada lagi kepala desa yang terjerat pidana,” ujarnya pada Rabu (22/4/2026).

Ia menambahkan, inisiatif ini bukan sekadar wadah kreativitas, tetapi juga sarana edukasi dan kontrol sosial.

“Melalui film pendek, masyarakat desa bisa menyampaikan realita di lapangan sekaligus ikut mengawasi. Ini bagian dari upaya membangun desa yang transparan dan berintegritas,” jelasnya.

Aditya berharap, program ini mampu memberikan dampak nyata bagi tata kelola desa.

“Harapannya, tidak hanya melahirkan karya inspiratif, tetapi juga menekan potensi penyimpangan, sehingga desa-desa kita semakin maju, transparan, dan mandiri,” tutupnya.

Baca juga:  Bersama JAM Intel, Mendes Yandri Luncurkan Program Jaga Desa di Provinsi Bengkulu

Sosok Adhitya Yusma

Adhitya Yusma Perdana, akrab disapa Adit, lahir di Pekalongan, Jawa Tengah, 29 Juni 1984.

Ia dikenal sebagai pengusaha, produser film, sekaligus aktivis sosial dan budaya yang memainkan peran strategis dalam berbagai organisasi nasional.

Sejak 2025, Adit menjabat sebagai Ketua Umum Perisai Syarikat Islam periode 2025–2030 dan Sekretaris Jenderal ABPEDNAS Indonesia.

Dalam kancah politik, ia juga mendirikan Relawan NDARU, simpul relawan utama pendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka pada Pemilu 2024. Perannya dalam mobilisasi dukungan politik membuatnya masuk daftar “10 Relawan Prabowo-Gibran Paling Berpengaruh” versi Pinter Politik.

Adit menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pekalongan dan melanjutkan studi di Jakarta, meraih gelar Sarjana Manajemen Bisnis Universitas Mercu Buana. Latar akademis ini menjadi fondasi kariernya di sektor korporasi dan manajemen organisasi.

Di dunia perfilman, ia pernah menjabat sebagai COO Mooryati Soedibyo Cinema (2016–2019) dan terlibat dalam produksi film kolosal Sultan Agung: Tahta, Perjuangan, Cinta (2018).

Ia juga memimpin produksi film populer seperti Emak Ingin Naik Haji (2009) dan Ada Surga di Rumahmu (2015). Pada 2025, ia menjadi Produser Eksekutif film Rahasia Rasa serta menginisiasi lomba film pendek Jaksa Garda Desa, program sosialisasi peran Kejaksaan di tingkat desa.

Dalam pemerintahan, Adit pernah bertugas sebagai Tenaga Ahli Hubungan Antar Lembaga BNPT RI periode 2022–2024.

Sementara di ABPEDNAS, ia berperan dalam konsolidasi organisasi nasional dengan dukungan tokoh strategis seperti ST Burhanuddin, Tito Karnavian, Listyo Sigit Prabowo, dan Reda Manthovani.

Sebagai Ketua Umum Perisai Syarikat Islam, Adit mendorong modernisasi organisasi kepemudaan dengan tetap menjaga nilai perjuangan tokoh pendiri Syarikat Islam. Ia juga aktif dalam pelestarian budaya batik ke mancanegara, memberikan pelatihan di lebih dari 147 negara, termasuk Jepang dan Uzbekistan.

Selain itu, Adit pernah menjadi pembicara dalam Kuliah Umum PKKMB Universitas Indonesia 2022 dengan tema diplomasi budaya untuk mencegah radikalisme, serta mengikuti Seminar Intelligence Support System (ISS) World Asia di Singapura.

Dengan kiprah yang luas di bidang bisnis, perfilman, politik, dan budaya, Adhitya Yusma tampil sebagai figur pemuda Indonesia yang berpengaruh, menggabungkan kreativitas, kepemimpinan, dan aktivisme sosial dalam satu sosok.

Desa Jepangpakis Kudus Raih Juara I Nasional Jaga Desa Award 2026

Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, dengan lebih dari 3.300 desa dari seluruh Indonesia ikut serta.

Pada malam penganugerahan Jaga Desa Award 2026 yang digelar bersama Kejaksaan RI pada 19 April 2026, Desa Karangmangu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berhasil meraih Juara Umum kategori film pendek.

Sejumlah penghargaan lain juga diberikan, di antaranya:

  • Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sebagai Kabupaten Terfavorit
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai Provinsi Terfavorit
  • Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat sebagai Juara Favorit Film Pendek lewat karya “Awas Gak Sama”
  • Desa Selebung Madani, Lombok Tengah untuk kategori Dampak Sosial Terbaik
  • Desa Jepangpakis, Kudus, Jawa Tengah sebagai Juara 1 Nasional Entri Data Jaga Desa

Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih juara I tingkat nasional dalam ajang Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Jaga Desa Award 2026 kategori entry data.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemerintah Desa Jepangpakis mampu menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, khususnya dalam pengelolaan serta pelaporan data desa.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, memberikan apresiasi langsung atas capaian tersebut dalam acara yang digelar di Pringgitan Pendopo Kudus, Rabu (22/4/2026). Ia menilai prestasi ini menunjukkan bahwa desa di Kudus mampu bersaing di tingkat nasional.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa desa di Kabupaten Kudus mampu bersaing di tingkat nasional. Jepangpakis telah memberikan contoh bagaimana kedisiplinan dalam pengelolaan dan pelaporan data dapat meningkatkan kualitas pemerintahan desa sekaligus kepercayaan masyarakat,” ujar Sam’ani.

Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi desa-desa lain untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, terutama dalam memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.

Sementara itu, Kepala Desa Jepangpakis, Sakroni, mengaku bangga atas pencapaian tersebut. Ia menyebut desanya berhasil menjadi yang terbaik di antara sekitar 76 ribu desa di Indonesia dalam kategori entry data.

Menurut Sakroni, keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi dalam melakukan input data, mulai dari perencanaan, pelaporan pelaksanaan dana desa, hingga pengelolaan aset dan profil desa.

Dengan capaian ini, Desa Jepangpakis diharapkan dapat menjadi role model nasional dalam pengelolaan data desa yang transparan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan desa di seluruh Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.