AS Bantah Ada Kapal Lolos Blokade, CENTCOM: 29 Armada Dipaksa Putar Balik
Bobby Wiratama April 23, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa militer AS telah menginstruksikan 29 kapal untuk memutar balik atau kembali ke pelabuhan asal. 

Langkah penindakan tegas ini merupakan bagian dari operasi blokade maritim yang diberlakukan terhadap Iran.

Melalui sebuah unggahan resmi di platform X, pihak CENTCOM menegaskan skala dan komitmen operasi pengamanan mereka di kawasan Selat Hormuz tersebut.

"Militer AS memiliki jangkauan global. Pasukan Amerika beroperasi dan menegakkan blokade di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya," tulis pernyataan CENTCOM pada Kamis dini hari WIB (23/4/2026).

Bantah Kabar Ada Kapal yang Lolos Blokade

Adapun misinformasi yang dimaksud CENTCOM adalah klaim laporan yang menyatakan bahwa beberapa kapal komersial berhasil lolos menghindari blokade AS di Selat Hormuz.

Selama 24 jam terakhir, sejumlah laporan media memang menyebarkan informasi bahwa beberapa armada komersial berhasil lolos dari penjagaan militer AS di Selat Hormuz.

Laporan-laporan tersebut merujuk pada kapal M/V Hero II, M/V Hedy, dan M/V Dorena sebagai contoh.

Namun, militer AS menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak akurat.

CENTCOM menegaskan bahwa kapal Hero II dan Hedy tidak pernah berlayar melewati blokade sebagai armada yang mengangkut jutaan barel minyak ke pasar global.

Baca juga: Manajemen Kapal Epaminondas yang Ditembaki Iran Pastikan Semua ABK Selamat

Kedua kapal tanker yang berbendera Iran tersebut saat ini justru tengah berlabuh di wilayah Chah Bahar, Iran.

Keduanya telah dicegat dan dihentikan oleh pasukan AS pada awal pekan ini.

Sementara itu, kapal M/V Dorena juga tidak luput dari penindakan.

Kapal tersebut saat ini berada di bawah pengawalan ketat oleh kapal perusak milik Angkatan Laut AS di Samudra Hindia.

BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah.
BLOKADE SELAT HORMUZ - Lalulintas kapal di Selat Hormuz sebelum blokade militer oleh Iran dampak serangan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran. Selat ini menjadi jalur vital bagi lalulintas kapal pengangkut minyak dari produsen-produsen minyak dunia yang berada di kawasan Timur Tengah. (HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni)

Hal ini dilakukan AS menyusul upayanya yang mencoba melanggar regulasi blokade militer di kawasan tersebut.

Blokade AS Buat Iran Frustrasi

Tindakan blokade yang ditegakkan oleh Washington ini memicu reaksi keras dari Teheran.

Hal ini disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus Kepala Delegasi Perundingan putaran pertama di Islamabad, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Ghalibaf menilai operasi maritim AS di Selat Hormuz sebagai bentuk pelanggaran nyata terhadap kesepakatan yang sedang berjalan.

Melalui unggahan di media sosial miliknya, Ghalibaf menyoroti tiga perkara besar yang selama ini menghambat jalannya negosiasi gencatan senjata antara Iran dan AS.

"Gencatan senjata penuh hanya memiliki arti jika tidak dilanggar oleh blokade laut ,dan penyanderaan ekonomi global, dan jika hasutan perang Zionis di semua lini dihentikan" terang Ghalibaf.

Menurut Ghalibaf, selama ketiga masalah krusial tersebut belum terselesaikan, langkah untuk menormalkan jalur pelayaran vital di kawasan tersebut tidak akan bisa direalisasikan.

"Pembukaan kembali Selat Hormuz tidak mungkin dilakukan di bawah pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata tersebut," pungkas Ghalibaf.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.