TRIBUNKALTIM.CO - Pertandingan semifinal Coppa Italia 2026 antara Atalanta dan Lazio berlangsung dramatis hingga menit akhir.
Duel yang digelar di Bergamo, Italia, pada Kamis (23/4/2026) dini hari itu berakhir imbang 1-1 setelah waktu normal, membuat agregat menjadi 3-3 dan memaksa pertandingan dilanjutkan ke perpanjangan waktu hingga adu penalti.
Sejak awal, laga Atalanta vs Lazio memang diprediksi berjalan ketat.
Pada leg pertama yang berlangsung di Roma pada 4 Maret lalu, kedua tim bermain imbang 2-2, sehingga peluang lolos ke final masih terbuka lebar bagi kedua kubu.
Baca juga: Prediksi Skor Atalanta vs Lazio Leg 2 Semifinal Coppa Italia, Kondisi Tim dan Starting XI
Dalam pertandingan penentuan ini, kedua tim juga datang dengan kondisi skuad yang tidak sepenuhnya ideal. Atalanta harus kehilangan Isak Hien, sementara Lazio tidak diperkuat beberapa pemain seperti Nicolò Rovella, Ivan Provedel, Samuel Gigot, dan Alessio Furlanetto.
Meski demikian, Lazio mendapatkan tambahan kekuatan dengan kembalinya Adam Marusic usai kemenangan mengejutkan 2-0 atas Napoli di Serie A.
Sejak peluit awal dibunyikan, Atalanta langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan demi tekanan dilancarkan ke lini pertahanan Lazio, memaksa para pemain bertahan bekerja ekstra keras.
Mario Gila menjadi salah satu sosok penting di lini belakang Lazio. Ia melakukan tekel krusial untuk menghentikan peluang Nikola Krstovic, sekaligus memblok sundulan Nicola Zalewski yang nyaris berbuah gol setelah menerima umpan silang dari Charles De Ketelaere.
Dominasi Atalanta terlihat jelas di awal pertandingan, namun perlahan mulai menurun menjelang akhir babak pertama. Lazio mampu menahan gempuran dan menjaga skor tetap imbang tanpa gol hingga turun minum.
Babak Kedua: Gol, Kontroversi VAR, dan Drama
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Atalanta sempat mencetak gol melalui situasi yang kacau di depan gawang Lazio.
Bola liar hasil kemelut sempat dimanfaatkan Ederson setelah sentuhan dari Krstovic.
Namun, gol tersebut dianulir setelah intervensi VAR (Video Assistant Referee), yaitu teknologi yang digunakan untuk membantu wasit meninjau ulang keputusan melalui rekaman video.
Wasit memutuskan bahwa Krstovic melakukan pelanggaran terhadap kiper sebelum gol tercipta, sehingga skor tetap 0-0.
Situasi kontroversial kembali terjadi ketika Lazio menuntut penalti akibat dugaan handball (bola mengenai tangan) oleh Giorgio Scalvini.
Namun, wasit menilai situasi tersebut tidak melanggar karena bola terlebih dahulu mengenai bagian tubuh lain sebelum menyentuh tangan.
Ketegangan akhirnya pecah pada menit ke-84. Lazio berhasil unggul melalui Alessio Romagnoli yang memanfaatkan sepak pojok dari Mattia Zaccagni.
Dari jarak dekat, Romagnoli melepaskan tendangan voli yang tidak mampu dihalau kiper Atalanta.
Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Hanya dua menit berselang, Atalanta langsung merespons.
Umpan Krstovic disambut Mario Pasalic dengan tembakan yang kemudian terdefleksi oleh Kenneth Taylor, mengecoh kiper Lazio dan membuat skor kembali imbang 1-1.
Perpanjangan Waktu: Gol Dianulir dan Peluang Terbuang
Karena agregat sama kuat, pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Di fase ini, kedua tim tetap tampil menyerang.
Atalanta sempat mencetak gol melalui Giacomo Raspadori setelah menerima assist dari Davide Zappacosta.
Namun, gol tersebut kembali dianulir oleh VAR karena Zappacosta berada dalam posisi offside, yaitu kondisi di mana pemain berada lebih dekat ke gawang lawan dibandingkan pemain bertahan terakhir saat menerima bola.
Peluang demi peluang terus tercipta. Pasalic gagal memaksimalkan kesempatan emas, sementara Gianluca Scamacca juga tidak mampu mengarahkan sundulannya ke gawang.
Di sisi lain, Lazio juga beberapa kali mengancam, termasuk melalui sundulan Romagnoli yang hampir berbuah gol.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 1-1 dan pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti.
Adu Penalti: Motta Jadi Penentu Kemenangan Lazio
Babak adu penalti menjadi momen paling menentukan sekaligus paling dramatis dalam pertandingan ini. Lazio sempat berada dalam tekanan setelah tendangan pertama Nuno Tavares berhasil ditepis kiper Atalanta, Marco Carnesecchi.
Namun, Edoardo Motta tampil sebagai pahlawan. Ia berhasil menepis penalti Gianluca Scamacca, kemudian menggagalkan eksekusi Davide Zappacosta, Mario Pasalic, dan Charles De Ketelaere.
Secara total, Motta mencatatkan empat penyelamatan beruntun, sebuah pencapaian luar biasa dalam situasi tekanan tinggi seperti adu penalti.
Di sisi lain, Lazio juga sempat gagal melalui tendangan Danilo Cataldi yang membentur tiang. Namun Gustav Isaksen dan Kenneth Taylor berhasil mencetak gol untuk memastikan kemenangan.
Dengan hasil tersebut, Lazio menang dalam adu penalti dan memastikan tiket ke final Coppa Italia.
Lazio Tantang Inter di Final
Kemenangan ini membawa Lazio melaju ke partai puncak Coppa Italia 2026.
Mereka dijadwalkan menghadapi Inter pada 13 Mei mendatang dalam laga final yang diprediksi berlangsung sengit.
Keberhasilan ini tidak lepas dari performa gemilang Edoardo Motta yang menjadi sorotan utama. Aksi heroiknya dalam adu penalti menjadi pembeda dalam laga yang sangat ketat ini.
Di sisi lain, Atalanta harus mengubur mimpi mereka untuk melaju ke final meski tampil dominan di beberapa fase pertandingan.