TRIBUNJABAR.ID - Tanggungjawab atas keselamatan peserta didik dan kasih sayang orang tua kepada anak-anak, membuat Awang Ridwan (57) setia menyeberangkan murid-murid SDN Cibeureum 1, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, saat mau masuk dan pulang sekolah.
Jalan Raya Cibeureum dimana sekolah tersebut berada menghubungkan Kecamatan Panjalu dan Sukamantri di Kabupaten Ciamis dengan Kecamatan Cingambul di Kabupaten Majalengka, adalah jalan provinsi yang lumayan ramai. Sepeda motor dan mobil kerap melaju kencang.
Hal ini lah yang membuat Awang Ridwan tergerak hatinya untuk menyeberangkan murid-murid SDN Cibeureum 1 saat mau masuk dan pulang sekolah. Dan ini dilakukannya setiap hari selama 22 tahun terakhir. Selama itu pula tidak pernah terjadi kecelakaan yang menimpa murid-murid sekolah tersebut.
"Motor maupun mobil kerap ngebut saat melewati jalan di depan sekolah ini. Saya khawatir terjadi apa-apa. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya selalu seberangkan anak-anak saat mau masuk dan pulang sekolah," kata Awang Ridwan, Kamis (23/4/2026).
Pria kelahiran Panjalu Ciamis 15 April 1969 ini adalah tenaga administrasi sekolah di SDN Cibeureum 1, statusnya sekarang sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK), setelah dilantik sebagai PPPK oleh Bupati Ciamis Herdiat Sunarya pada Desember 2025.
Sebelum menjadi PPPK, Awang Ridwan adalah tenaga honorer yang bekerja apa saja membantu proses belajar mengajar, termasuk menyeberangkan murid SDN Cibeureum 1 dan itu berlangsung sejak tahun 2004 atau selama 22 tahun.
Di lingkungan rumah tempat tinggalnya pun yakni di Dusun Kertasrana, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, Awang dikenal sebagai aktivis kemasyarakatan. Awang kerap membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan. "Saya mungkin punya jiwa sosial jadi senang kalau bisa membantu orang lain," kata Awang.
Jiwa aktivisnya terbilang cukup tinggi tak heran pada tahun 2017 bersama para tenaga honorer lainnya se-Kabupaten Ciamis, Awang sempat berangkat ke Jakarta menemui Menpan-RB untuk memperjuangkan tenaga honorer diangkat menjadi PNS.
Meski tidak sepenuhnya menjadi PNS, perjuangannya itu lumayan berhasil karena pada Desember 2025, ia bersama rekan-rekan tenaga honorer di Kabupaten Ciamis akhirnya diangkat menjadi PPPK.