Tribunlampung.co.id, Lombok Timur - Sejumlah anggota polisi terluka saat berusaha mengevakuasi terduga pencuri motor dari amuk massa.
Massa yang beringas diduga sempat menghakimi terduga pelaku pencurian motor yang tertangkap warga.
Mereka geram dengan pelaku pencurian motor sehingga melampiaskan emosinya. Bahkan motor pelaku sempat dibakar.
Polisi yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) sempat mengalami kendala saat mau mengevakuasi pelaku.
Sebab massa yang geram sempat melempari batu yang mengakibatkan personel kepolisian terluka.
Peristiwa ini terjadi di Desa Aikmel Timur, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (21/4/2026) malam.
Kasi Humas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi menceritakan peristiwa itu bermula dari sepeda motor milik korban yang terparkir di depan rumah diduga dicuri.
Aksi tersebut diketahui oleh pemilik kendaraan, yang kemudian berteriak minta tolong. Teriakan itu memicu warga sekitar untuk langsung mengejar, hingga pelaku berhasil ditangkap massa. Namun, situasi cepat berubah menjadi ricuh.
kehadiran aparat di lokasi bertujuan untuk mengendalikan situasi sekaligus menyelamatkan terduga pelaku agar tidak menjadi korban tindakan main hakim sendiri.
"Petugas berusaha maksimal mengamankan terduga pelaku dari tengah kerumunan massa demi melindungi keselamatan yang bersangkutan serta mencegah situasi semakin meluas," katanya saat dihubungi TribunLombok.com pada Rabu (22/4/2026).
Sebab pelaku diduga sempat menjadi sasaran amukan warga. "Ya, sepeda motor yang diduga digunakan pelaku dirusak dan dibakar oleh massa yang tengah emosi," tuturnya.
Saat polisi tiba di lokasi, upaya evakuasi sempat menemui kendala. Sejumlah warga yang masih terbakar amarah melempari polisi dengan batu.
Meski begitu, aparat tetap mengutamakan pendekatan persuasif serta menggunakan tameng untuk melindungi diri sekaligus meredam ketegangan.
"Peristiwa ini mengakibatkan dua personel Brimob dan Polres Lombok Timur mengalami luka akibat lemparan batu saat menjalankan tugas pengamanan," ungkapnya.
Di tengah situasi yang semakin tidak kondusif, polisi akhirnya mengambil langkah tegas dan terukur dengan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.
Kondisi perlahan kembali terkendali. "Tindakan ini terpaksa kami lakukan sebagai upaya terakhir untuk membubarkan massa dan memastikan situasi di lokasi pulih kembali," jelas Rusmaladi.
Setelah situasi berhasil dikuasai, polisi mengevakuasi terduga pelaku ke kantor polisi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Saat ini, kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah aman dan aktivitas warga kembali normal.
Polres Lombok Timur menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mengimbau warga agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.
"Kami mengajak masyarakat untuk sepenuhnya mempercayakan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif," tutup Rusmaladi.(*)