Reaksi Istri Gubernur Kaltim Usai Suaminya Didemo Ratusan Orang: Jangan Ikut Campur 
Rita Lismini April 23, 2026 01:54 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Suraidah Harum turut bereaksi usai suaminya, Rudy Mas'ud didemo oleh ratusan orang di kantor Gubernur Kaltim pada Selasa (21/4/2026) lalu. 

Diketahui, mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Kaltim sebagai bentuk kekecewaan terhadap kebijakan Rudy Mas'ud. 

Tak cuma itu, masyarakat geram terhadap Rudy Mas'ud yang membuat beragam kontroversial. 

Mulai dari mobil dinas mewah seharga Rp 8,5 miliar, rumah dinas Rp 25 miliar, termasuk fasilitas akuarium dan alat kebugaran.

Demo menuntut evaluasi kebijakan Pemprov Kaltim, penghentian korupsi, kolusi dan nepotisme, serta mendesak DPRD menjalankan fungsi pengawasan.

Namun hingga akhir demo, tampak Rudy Masud tak kunjung keluar menemui massa meski sudah bertahan hingga malam bahkan kondisi sempat memanas.

Setelah kericuhan reda, Rudy pergi meninggalkan kantor menuju rumah jabatan tanpa merespons pertanyaan terkait tuntutan massa.

Baru hari ini, ia memberi pernyataan lewat video di akun Instagramnya.

Dengan santai Rudy Masud menanggapi terkait tuntutan massa.

"Kami sangat berharap adik-adik mahasiswa, masyarakat, dan seluruh lapisan bisa selalu menjadi mata-telinga kami di dalam melaksanakan perbaikan dan evaluasi kinerja-kinerja Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di dalam melaksanakan kontrol sosial serta evaluasi menyeluruh.

Semoga ke depan kami dan seluruh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berakselerasi untuk bisa memperbaiki kinerja-kinerja kami ke depannya," kata Rudy Masud sambil bergaya sedang bekerja di belakang meja.

Usai demo tersebut, sang istri Syarifah Suraidah Harum menulis curhatan ketika suaminya, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Masud didemo massa.

Wanita yang juga merupakan anggota DPR RI itu menyinggung soal mencampuri urusan orang.

Lewat akun Instagramnya pula, istri Rudy Masud, Sarifah Suraidah Harum banyak merepost quote atau kata-kata dari akun lain di Insta Storynya.

Satu di antaranya soal tidak mencampuri urusan orang lain.

"Tolong normalisasikan tidak mengomentari kehidupan orang lain, tidak ikut campur dengan urusan orang lain merupakan bagian dari etika, semua orang memiliki cara hidupnya masing-masing.

Berhenti menyimpulkan sesuatu lewat apa yang hanya kami liat sesaat. 

Belajarlah untuk membatasi hal-hal yang memang bukan urusanmu," tulis dalam postingan.

Sedangkan kini sudah ada tujuh fraksi di DPRD Kalimantan Timur yang menyetujui hak angkat untuk Rudy Masud.

"Kita bersepakat atas usulan massa aksi, unsur ketua fraksi terpenuhi semua, tujuh fraksi. Amanlah," ujar Wakil Ketua DPRD Kaltim Ekti Imanuel, dikutip dari TribunKaltim, Selasa.

Ekti menyebutkan, seluruh unsur pimpinan fraksi dan wakil ketua DPRD berada dalam posisi yang sama untuk menindaklanjuti tuntutan publik.

"Ini satu suara. Wakil ketua semua, ketua fraksi, satu suara. Kita mendengar aspirasi masyarakat. Tentu di DPRD ada tahapannya, akan segera kami rapatkan untuk kelanjutan," katanya.

Meski Ketua DPRD Kaltim Hasanudin Mas'ud tidak berada di Samarinda karena agenda kedinasan, Ekti memastikan proses pengambilan keputusan tetap sah.

"Beliau hari ini mungkin sampai sore, karena sedang retreat di Magelang," kata Ekti.

Irma Suryani Sebut Rudy Mas'ud Buat Gaduh

Istri perwira Mabes Polri ikut demo Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud.

Wanita bernama Irma Suryani itu menyebut Rudy Mas'ud membuat gaduh.

Ia bahkan mengaku gerah dengan kebijakan-kebijakan Rudy Mas'ud.

Ribuan masyarakat melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), hari ini Selasa (21/4/2026).

Aksi lapisan masyarakat mendemo kepala daerah di Indonesia bukanlah hal baru.

Dalam aksi ini turut menjadi sorotan terkait keberadaan seorang istri perwira polisi yang berdinas di Mabes Polri Jakarta.

Ia bernama Irma Suryani istri dari Kombes Pol Ade Yaya Suryana kini menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Keamanan Negara Badan Intelijen dan Keamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Anjak Kamneg Baintelkam Polri).

Irma Suryani dalam kesempatannya mengungkapkan kekesalannya kepada Gubernur Kaltim.

Ia menilai, selama Rudy Masud menjabat sering mengeluarkan kebijakan yang memicu kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.

Sebut saja seperti rencana pengadaan mobil dinas mewah senilai Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas yang menelan anggaran Rp25 miliar.

"Gerah ya, selalu blunder, selalu bikin gaduh," katanya, dikutip dari Kompas.com, Selasa.

"Itu salah satu yang menghabiskan anggaran, rumah jabatan Rp 25 miliar, mobil dinas, ada beli aquarium, alat fitness, meja biliar. Itu untuk apa?," tambahnya.

Oleh karenanya, Irma Suryani bersama ribuan massa lainnya akan mendemo Rudy Masud.

Mereka membawa sejumlah tuntutan, termasuk mendesak adanya evaluasi kinerja Gubernur Kaltim.

Selain itu meminta DPRD Provinsi menjalankan fungsinya sebagai pengawas.

Irma Suryani juga berharap Gubernur Kaltim untuk peka terhadap masyarakat.

Terlebih terkait pengelolaan anggaran yang sumbernya dari pajak.

“Harusnya sensitif dengan keadaan masyarakat yang sekarang susah. Kok malah uangnya dipoyok-poyokan,” tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.