Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel
TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Kondisi memprihatinkan terjadi di aliran irigasi yang berada di perbatasan Desa Kebon dan Desa Susukan, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang.
Irigasi yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan air warga dan pengairan sawah kini dipenuhi sampah rumah tangga.
Tumpukan sampah seperti plastik, sisa makanan, hingga limbah domestik terlihat mengambang dan menyumbat aliran air.
Situasi ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga mengancam kesehatan warga serta mengganggu aktivitas pertanian.
Warga setempat, Ahmad Rifai, mengungkapkan bahwa kondisi kali semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.
Padahal, sebelumnya air dari irigasi tersebut masih dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dulu airnya masih bisa dipakai untuk mandi dan mencuci, bahkan untuk mengairi sawah. Sekarang sudah kotor dan bau karena banyak sampah," ujar Ahmad kepada TribunBanten.com, Kamis, (23/4/2026).
Baca juga: Pemkot Serang Ultimatum Dua SPPG Disuspend karena Belum Penuhi Syarat
Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi salah satu penyebab utama tercemarnya aliran irigasi tersebut.
Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat dan kurangnya pengelolaan sampah turut memperparah kondisi.
Para petani juga mulai merasakan dampaknya. Aliran air yang tersumbat sampah membuat distribusi air ke lahan pertanian menjadi tidak lancar.
Hal ini dikhawatirkan dapat memengaruhi hasil panen.
Warga berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk segera menangani persoalan tersebut.
Pembersihan kali serta edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar kondisi tidak semakin parah.
Jika dibiarkan, kata Ahmad, kali irigasi yang seharusnya menjadi sumber kehidupan justru berpotensi menjadi sumber masalah baru bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.