Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Ratusan ekor ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Wesey, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka dilaporkan mati mendadak.
Akibatnya, pengelola usaha desa tersebut mengalami kerugian besar. Kematian ternak dalam jumlah besar itu sontak mengejutkan masyarakat karena usaha peternakan tersebut selama ini menjadi salah satu harapan peningkatan ekonomi desa.
Program peternakan ayam yang dijalankan melalui BUMDes sebelumnya dipandang sebagai langkah strategis untuk membuka lapangan kerja baru, menambah pendapatan asli desa, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
Namun harapan itu kini terpukul setelah kandang ayam petelur siap produksi justru mengalami kerugian paling parah. Ratusan ayam yang telah memasuki masa produktif dilaporkan mati sia-sia sebelum sempat memberikan hasil maksimal.
Kepala Desa Wesey, Darius Bria, saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM pada Kamis (23/4/2026) membenarkan kejadian tersebut.
Ia menyatakan musibah itu terjadi setelah wilayah desa diterpa hujan disertai angin selama kurang lebih sepekan pada awal April 2026.
Baca juga: Pemkab Malaka Pastikan Jenazah TKI Asal Lawalu Segera Dipulangkan dari Malaysia Timur
Cuaca ekstrem yang berlangsung selama beberapa hari itu diduga menjadi penyebab utama terganggunya kondisi kandang serta kesehatan ternak. Akibatnya, sekitar 438 ekor ayam petelur siap produksi itu tidak dapat diselamatkan dan mati secara massal.
Kematian ayam-ayam yang telah berada pada fase siap bertelur tentu membawa dampak ekonomi yang tidak kecil. Selain menghilangkan potensi pendapatan harian dari hasil telur, BUMDes juga harus menanggung kerugian modal usaha, biaya pakan, perawatan, serta waktu pemeliharaan yang telah berjalan kurang lebih dua bulan.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi sektor peternakan desa di Kabupaten Malaka agar memperkuat sistem mitigasi terhadap cuaca ekstrem, termasuk pembenahan kandang, pengawasan kesehatan ternak, serta kesiapan penanganan darurat saat musim hujan dan angin kencang melanda. (ito)