Pilah Sampah dari Rumah Tangga Dideklarasikan, Warga Diimbau Ubah Perilaku Tak Tumpuk di TPS
Ratino Taufik April 23, 2026 02:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Penanganan sampah di Banjarmasin terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, terbaru dilakukan Deklarasi Pilah Sampah dari Sumbernya, bertempat di Balai Kota, Kamis (23/4/2026).

Melalui kegiatan itu ditegaskan arah kebijakan dan sinergi kuat terhadap pola penanganan sampah kota di skala rumah tangga. 

Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR memimpin langsung apel sekaligus Pernyataan Komitmen yang diikuti oleh seluruh Kepala SKPD lingkup Pemko Banjarmasin serta berbagai lapisan masyarakat, mulai dari RT/RW se-kota Banjarmasin, Camat, Lurah, pengurus PKK tingkat kecamatan dan kelurahan, Kepala SPPG, pelaku Horeka, Agen 3R hingga Kepala Bank Sampah Induk di kota seribu sungai.

Diketahui, fokus utama pemerintah saat ini adalah mendorong peralihan sistem dari sekadar membuang, mengumpulkan dan menumpuk sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) ke arah pemilahan dan pengelolaan sampah berbasis sumber dari rumah tangga.

Dalam deklarasi tersebut, Yamin menekankan empat poin utama terhadap penanganan sampah yang dilakukan secara kolektif dan penuh rasa tanggung jawab, yakni:

1. Melaksanakan Program Indonesia ASRI
2. Pemilahan Sampah dari sumber
3. Pembentukan Bank Sampah di tingkat Kecamatan/Kelurahan/Perkantoran dan Sekolah
4. Tidak melakukan kegiatan Open Dumping

"Pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dilaksanakan secara terencana, terpadu dan berkelanjutan demi mewujudkan kota yang bersih, sehat dan layak huni," ucap Yamin dalam pernyataan komitmen.

Diserukannya, warga agar menjadikan disiplin membuang dan mengelola sampah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari demi masa depan generasi mendatang.

Baca juga: Ratusan Lembar Rupiah Palsu Dimusnahkan, Ketua DPRD Kalsel Tekankan Peran Masyarakat

Pihaknya mendorong mengurangi penggunaan sampah plastik, lalu mengedepankan pemilahan dari sumber, dan mengelola sampahnya langsung dari sumber awal baik kantor, rumah maupun sekolah," jelasnya.

Di saat bersamaan, dukungan ini semakin diperkuat dengan dikukuhkannya puluhan trainer Agen 3R Dinas Lingkungan Hidup langsung oleh Wali Kota Banjarmasin sekaligus penyerahan secara simbolis alat pengelolaan kompos rumah tangga kepada perwakilan trainer dan agen 3R.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar mengatakan pentingnya pengelolaan sampah yang komprehensif dari hulu hingga hilir guna mengatasi persoalan lingkungan.

"Pilah sampah adalah keharusan. Jika kita tidak mengurangi sampah dari sumbernya, kapasitas TPA akan penuh dan ini bisa menjadi bumerang bagi kita semua," ujarnya

Hal ini mengingat kondisi TPA Basirih yang saat ini sedang dalam tahap rehabilitasi, sementara beban sampah di TPA Banjarbakula terus meningkat.

Rencananya, setiap kelurahan akan memiliki satu RW sebagai pilot project yang dilengkapi dengan tong drop point sampah organik.

​"Sisa makanan dan dapur akan dikumpulkan untuk diolah menjadi pakan maggot, kompos, hingga eco-enzyme," paparnya.

Pemko juga menggandeng pihak hotel dan restoran yang menjadi penyumbang sampah organik terbesar.

​Sedangkan sampah plastik baik yang bernilai rendah (low value) maupun tinggi (high value), akan disalurkan ke 121 unit Bank Sampah yang sudah tersebar di Banjarmasin.

Tak hanya infrastruktur, Pemkot Banjarmasin juga fokus pada perubahan budaya kelola sampah melalui jalur pendidikan. 

Sebanyak 104 Trainer 3R telah dikukuhkan untuk mengedukasi 1.582 Agen 3R di tingkat RT dan sekolah-sekolah meliputi SD, SMP, dan SMA.

"​Keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat dan dukungan regulasi yang kuat, persoalan sampah di Banjarmasin diharapkan dapat teratasi secara berkelanjutan menuju target besar di tahun 2027 mendatang," harapnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.