TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap baru 7,8 persen wilayah Indonesia yang masuk musim kemarau hingga awal April.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan masih seringnya hujan mengguyur beberapa wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan awal musim kemarau 2026 di Indonesia masih terjadi di sebagian kecil wilayah.
Baca juga: Daftar 10 Kota Paling Toleran di Indonesia 2025: Salatiga Peringkat Atas, Solo dan Manado Tak Masuk
Hingga awal April, baru sekitar 7,8 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim kemarau, sehingga hujan masih sering mengguyur berbagai daerah.
Berdasarkan jumlah Zona Musim (ZOM), sekitar 49 ZOM atau sekitar 7 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga akhir Maret 2026.
Sebarannya belum merata dan umumnya terjadi di beberapa bagian Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua Barat.
BMKG memperkirakan wilayah yang memasuki musim kemarau akan meningkat secara bertahap pada April hingga Juni 2026.
Kondisi saat ini masih berada pada fase peralihan, sehingga sebagian besar daerah masih berpotensi mengalami hujan.
BMKG menegaskan musim kemarau bukan berarti tanpa hujan. Curah hujan masih dapat terjadi, namun dengan frekuensi lebih jarang.
Musim kemarau sendiri dipengaruhi angin monsun Australia yang bergerak dari selatan ke utara, sehingga kemarau datang bertahap di berbagai wilayah.
Wilayah yang diperkirakan lebih dulu memasuki musim kemarau antara lain NTT, NTB, Bali, Jawa Timur, dan Jawa Tengah pada April hingga Mei.
Sementara sebagian besar Sumatera diprediksi mulai kemarau pada Juni, sedangkan sebagian Kalimantan dan Sulawesi pada Juli.
BMKG juga meluruskan isu yang menyebut kemarau 2026 sebagai yang terparah dalam 30 tahun.
Kemarau tahun ini memang diprediksi lebih kering dari rata-rata normal, namun tidak berarti menjadi yang terparah dalam tiga dekade terakhir.
Sejumlah wilayah yang telah mulai memasuki musim kemarau antara lain sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, NTB, NTT, Maluku, serta Papua Barat.
BMKG menambahkan dinamika iklim global juga memengaruhi kondisi tahun ini.
Hingga akhir Maret 2026, fenomena ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral sehingga belum memberikan dampak signifikan terhadap pola curah hujan di Indonesia.
Berikut daftar wilayah yang telah memasuki musim kemarau:
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini