Pasca Dexlite Naik, Bright Gas di Malinau Ikut Naik, Warga Akui Pengeluaran Rumah Tangga Makin Berat
Junisah April 23, 2026 06:40 PM

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Harga komoditas energi non subsidi di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara kembali mengalami kenaikan. Hal ini berdampak langsung dengan biaya pengeluaran rumah tangga dan pelaku usaha mikro.

Setelah sebelumnya BBM jenis Dexlite mengalami kenaikan, kini giliran harga LPG non subsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram yang ikut merangkak naik di tingkat pengecer.

Terpantau kenaikan ini merata di sejumlah toko kelontong dan pedagang eceran wilayah perkotaan pasca penyesuaian harga di tingkat agen resmi sejak sepekan terakhir.

Kondisi tersebut mulai dikeluhkan oleh para konsumen akhir, terutama kalangan ibu rumah tangga ekonomi keluarga menengah yang merasakan akumulasi beban biaya dapur yang kian membengkak.

Baca juga: Harga Bright Gas 12 Kg di Nunukan Tembus Rp300 Ribu Per Tabung, Ukuran 5,5 Kg Naik Jadi Rp 160 Ribu

Ibu rumah tangga sekaligus pedagang toko sembako di Malinau, Nasya mengungkapkan harga LPG non subsidi 5,5 kilogram di tingkat pengecer saat ini sudah menyentuh angka Rp 145 ribu per tabung.

"Harapannya bisa turunlah, karena gas paling di butuhkan ibu-ibu. Kalau sudah BBM, LPG naik, pasti lain lain ikut naik" ujar Nasya.

Warga menyebutkan kenaikan ini terjadi secara beruntun dengan kenaikan komoditas lainnya, sehingga memaksa warga harus mengatur ulang prioritas belanja harian.

Selain sektor rumah tangga, pelaku usaha mikro seperti pemilik warung makan juga mulai merasakan dampak dari kebijakan penyesuaian harga energi nonsubsidi tersebut.

Pemilik usaha warung makan di Malinau, Miftah menyebutkan kenaikan ini menambah beban operasional produksi harian di tengah harga bahan pokok yang belum stabil.

"Sebelumnya dexlite, sekaran g LPG. Iya memang barangnya kan tidak disubsidi tapi kasian bagi kita yang pelaku usaha. Karena nda bisa pake yang melon," katanya.

Baca juga: Harga BBM Dexlite Kini Rp 24.650 Per Liter, Awalnya Pengendera di Tarakan Kaget, Tapi Tetap Beli 

Para pengguna energi Non Subsidi berharap pemerintah dapat melakukan pengawasan terhadap harga di tingkat pengecer agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlampau tinggi.

Kenaikan harga di tingkat agen ini selisih mulai dari Rp 15 ribu per tabung. Untuk LPG 5,5 kh Sebelumnya dijual seharga Rp 123 ribu per tabung kini menjadi Rp 138 ribu. 

Sama halnya dengan Bright Gas ukuran 12 kg, Sedangkan untuk tabung ukuran 12 kilogram, harga yang sebelumnya Rp 255 ribu kini menyentuh angka Rp 275 ribu atau selisih Rp 20 ribu.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.