POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Persiapan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Manggar kini memasuki tahap krusial, Kamis (23/4/2026).
Koordinator SPPG Kecamatan Manggar, Andryan Septian menjelaskan pihaknya sedang melakukan pemantauan mendalam terhadap kelayakan area produksi guna memastikan standar kesehatan pangan terpenuhi secara maksimal.
Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa setiap asupan gizi yang diproduksi nantinya benar-benar higienis sebelum didistribusikan. Mengingat sasaran program ini adalah kelompok rentan seperti anak-anak sekolah, ibu hamil, serta balita, standar lingkungan di sekitar dapur menjadi perhatian utama.
Andryan menjelaskan bahwa sebelum dapur mulai berproduksi secara massal, area sekitar fasilitas harus dipastikan bersih dari segala potensi gangguan lingkungan. Sterilisasi area luar dan dalam menjadi salah satu syarat mutlak operasional sebuah satuan pelayanan gizi.
"Kami pastikan dulu sekitar dapur itu harus memang benar-benar steril dan higienis. Hal itu sangat krusial karena bisa berdampak terhadap kualitas makanan dan kesehatan mereka yang mengonsumsinya nanti," ujar Andryan.
Meskipun terdapat beberapa penyesuaian teknis terkait kondisi lingkungan, target operasional SPPG Mekar Jaya tetap dipatok pada pertengahan Mei 2026 mendatang.
Secara teknis, fasilitas dapur di Desa Mekar Jaya sebenarnya sudah menunjukkan progres yang sangat baik. Segala kelengkapan sarana fisik dan peralatan pendukung ditargetkan sudah siap sepenuhnya pada akhir bulan April ini.
Andryan terus melakukan koordinasi intensif bersama berbagai perangkat daerah di Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.
"Target dari dapur SPPG Mekar Jaya sendiri itu pertengahan Mei sudah bisa operasional. Karena sebenarnya di akhir bulan ini segala fasilitas dapur sudah siap untuk digunakan," ucapnya.
Koordinasi lintas sektor yang melibatkan Satpol PP hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus diperkuat. Langkah ini bertujuan untuk menata kawasan sekitar dapur agar sesuai standar kesehatan lingkungan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Andryan mengatakan kehadiran SPPG di wilayah Kecamatan Manggar merupakan perpanjangan tangan dari program prioritas Presiden dalam bidang kesehatan. Program ini hadir sebagai langkah pemerintah pusat dalam menciptakan generasi masa depan yang lebih sehat.
Terakhir, Andryan menyatakan dukungan penuh terhadap arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam menata lingkungan di sekitar fasilitas pelayanan publik. Dukungan ini dianggap penting agar program pemenuhan gizi berjalan disertai kualitas lingkungan yang sehat.
"Kami dari pihak SPPG sangat mendukung kebijakan Pak Bupati karena ini sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitar. Sinergi ini akan membawa dampak positif bagi kesehatan jangka panjang," tutupnya.
(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)