Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, melontarkan candaan ringan saat kunjungan kerja ke Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Candaan itu dilontarkan setelah Wakil Gubernur Mian memberikan sambutan ke Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Dalam suasana santai, Rachmat menyinggung soal hubungan pertemanannya dengan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Ia mengaku menganggap Mian sebagai temannya. Namun, ia sempat ragu apakah perasaan tersebut berbalas.
“Bapak Mian ini saya anggap teman saya. Tapi saya ragu-ragu, apakah beliau juga menganggap saya sebagai temannya,” ujar Rachmat disambut tawa hadirin, di aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Rachmat kemudian melanjutkan candaannya dengan mengaitkan hal tersebut dengan nomor telepon.
Usai kata itu terucap dari Rachmat sontak Mian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Rachmat hingga mencium tangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Baca juga: Blak-blakan Menteri Bappenas: Nasib Tol Bengkulu Belum Bisa Dijanjikan
Rachmat juga mengambarkan, kondisi tersebut sebagai hubungan pertemanan tidak selalu bersifat timbal balik.
“Artinya, dia teman saya, tapi belum tentu saya diakui sebagai temannya,” papar Rachmat.
Pernyataan tersebut langsung mencairkan suasana dan mengundang gelak tawa para tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Meski bernada gurauan, momen tersebut menunjukkan keakraban antara pejabat pusat dan daerah dalam forum resmi.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengunjungi Provinsi Bengkulu, pada Kamis (23/4/2026).
Dalam kunjungannya ke Bengkulu, Rachmat menggelar rapat koordinasi soal usulan pembangunan dari seluruh daerah di Provinsi Bengkulu.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, turut dihadiri Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, seluruh Bupati dan Wali Kota se-Bengkulu, Unsur Forkopimda dan Rektor Universitas Bengkulu.
Kegiatan diawal dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pantun, doa hingga sambutan dari Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Wakil Gubernur Bengkulu Mian dalam sambutannya, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis kepada pemerintah pusat, terutama pembangunan jalan tol, kawasan industri, dan jalur kereta api.
Hal itu disampaikan dalam pertemuan bersama Rachmat Pambudy, sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan menekan biaya logistik di Provinsi Bengkulu.
Pembangunan jalan tol menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka akses Bengkulu dengan wilayah lain di Sumatera, khususnya menuju Sumatera Selatan.
“Kami berharap pembangunan jalan tol ini dapat menghubungkan Bengkulu dengan Lintas Tengah dan Lintas Timur Sumatera, sehingga konektivitas semakin terbuka,” ungkap Mian dalam sambutan nya di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Selain tol, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga mengusulkan pengembangan kawasan industri di Pelabuhan Pulau Baai sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi dengan pelabuhan.
Baca juga: Dari Danau Dendam Bengkulu, Menag Nasaruddin Umar Gaungkan Harmoni Manusia dan Alam
Menurut Mian, keberadaan kawasan industri tersebut akan mendorong hilirisasi komoditas unggulan Bengkulu, seperti batu bara, kelapa sawit, karet, hingga hasil perikanan.
“Pengembangan kawasan industri Pulau Baai menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah dan menarik investasi ke Bengkulu,” jelas Mian.
Tak kalah penting, Mian juga mengusulkan pembangunan jalur kereta api sebagai bagian dari penguatan sistem transportasi massal dan distribusi logistik.
Ia menilai, keberadaan jalur kereta api akan sangat membantu mobilitas barang dan orang secara lebih efisien, sekaligus menekan biaya distribusi yang selama ini masih tinggi.
“Dengan adanya jalur kereta api, distribusi logistik akan lebih efisien dan mampu mengurangi beban transportasi jalan,” kata Mian.
Hingga saat ini Bengkulu masih menghadapi keterbatasan infrastruktur yang berdampak pada tingginya biaya ekonomi.
“Masalah infrastruktur ini berkaitan langsung dengan biaya logistik dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami sangat berharap dukungan pemerintah pusat,” ungkap Mian.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar berbagai proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan.
“Kami berharap usulan ini dapat menjadi prioritas nasional, sehingga Bengkulu bisa sejajar dengan provinsi lain di Sumatera,” tutup Mian.