Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Wakil Gubernur Bengkulu Mian membagikan pengalamannya saat masih menjabat sebagai Bupati Bengkulu Utara saat rapat koordinasi bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (23/4/2026).
Mian mengaku kerap menerima laporan dari masyarakat terkait kondisi jalan rusak, bahkan melalui pesan WhatsApp (WA) hampir setiap waktu, saat dirinya menjadi Bupati Bengkulu Utara, Mian.
“Baru saja dapat WA soal jalan rusak, kemudian baru tidur juga dapat WA lagi soal jalan rusak,” ungkap Mian, dalam sambutannya di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur, Kamis (22/4/2026).
Ia menggambarkan, intensitas laporan yang masuk membuat dirinya seolah tidak pernah lepas dari persoalan infrastruktur, khususnya jalan.
Baca juga: Blak-blakan Menteri Bappenas: Nasib Tol Bengkulu Belum Bisa Dijanjikan
Bahkan, dalam kesempatan tersebut, Mian sempat melontarkan candaan dengan menyinggung Bupati Bengkulu Selatan yang turut hadir.
“Sampai kadang-kadang ini, seperti Bupati Bengkulu Selatan, selamat datang. Beliau sampai lupa jalan-jalan bersama istrinya karena WAnya jalan terus,” ucapnya disambut tawa hadirin.
Kondisi tersebut menjadi gambaran nyata besarnya harapan masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur di daerah.
Ia pun mengapresiasi kehadiran para kepala daerah yang hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk para bupati dan wali kota.
“Saya kira ini yang bisa kami sampaikan bersamaGubernur. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih atas kunjungan sekaligus pertemuan pada hari ini,” kata Mian.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pemangku wilayah yang hadir dan berpartisipasi dalam agenda tersebut.
“Demikian penyampaian saya, lebih dan kurang mohon maaf. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,” tutup Mian.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menjawab beberapa usulan yang diajukan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian.
Rachmat menegaskan bahwa pemerintah pusat saat ini memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dibandingkan proyek infrastruktur.
Hal tersebut disampaikan Rachmat saat menanggapi usulan pembangunan infrastruktur di daerah, termasuk jalan tol, pelabuhan, dan jalur kereta api.
Menurutnya, arah kebijakan Presiden saat ini menitikberatkan pada sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kualitas SDM.
“Arahan Bapak Presiden itu menyangkut SDM, termasuk gizi, sekolah rakyat, kesehatan, dan pendidikan,” ungkap Rachmat usai rapat koordinasi di Aula Merah Putih, Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (23/4/2026)
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa pembangunan infrastruktur tetap menjadi bagian penting dalam agenda nasional. Namun, seluruh usulan harus melalui proses perhitungan yang matang.
“Infrastruktur juga sangat penting, termasuk tol, pelabuhan, dan kereta api. Tapi itu harus dihitung dengan skema khusus, tidak seperti perhitungan biasa,” jelas Rachmat.
Terkait kepastian pembangunan jalan tol di Bengkulu, Rachmat mengaku belum dapat memberikan jawaban pasti. Ia menyebut usulan tersebut masih dalam tahap pembahasan awal.
“Kalau untuk tahun ini belum, karena masih tahap usulan. Nanti kita lihat, kita kaji dulu. Saya belum berani menjanjikan,” kata Rachmat.
Keputusan akhir akan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kemampuan anggaran pemerintah pusat.
Pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.
“Yang penting kita kerja sama dan bekerja bersama. Yang mendesak dan penting tentu akan menjadi prioritas,” tutup Rachmat.