Telkom Perkuat Kesetaraan Gender, Targetkan 27 Persen Perempuan di Level Manajerial 2030
Ikrob Didik Irawan April 23, 2026 11:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menegaskan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyatakan perempuan memiliki peran penting dalam mendorong inovasi dan kepemimpinan di era digital.

“Kami percaya perempuan Indonesia memiliki potensi dan kemampuan yang sangat besar. Yang dibutuhkan adalah kesempatan yang setara untuk berkembang, mengaktualisasikan diri, serta mengambil peran strategis dalam kepemimpinan,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Ia menambahkan, ketika akses terbuka, perempuan dapat memberikan kontribusi nyata bagi organisasi dan masyarakat.

Pada 2025, proporsi karyawan perempuan di TelkomGroup tercatat mencapai 31,7 persen dari total pegawai, dengan 21 persen di antaranya menempati posisi manajerial.

Ke depan, perusahaan menargetkan keterwakilan perempuan meningkat menjadi 32 persen dari total karyawan dan 27 persen di level manajerial pada 2030.

Di tingkat manajemen, keterwakilan perempuan saat ini mencapai 14 persen di level senior, 23,2 persen di manajemen madya, dan 33,4 persen di level pengawas.

Telkom juga mendorong keterlibatan perempuan di bidang strategis, termasuk fungsi penghasil pendapatan sebesar 8,3 persen serta sektor sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM) sebesar 8,1 persen.

Menurut Dian, pemberdayaan perempuan juga berkaitan dengan akses terhadap teknologi dan informasi.

“Di era digital, konektivitas menjadi jembatan penting agar perempuan semakin berdaya. Dengan akses yang seluas-luasnya terhadap informasi, pengetahuan, dan peluang, perempuan dapat lebih maju dan berkembang,” katanya.

Selain itu, Telkom menyediakan fasilitas pendukung seperti daycare dan ruang laktasi untuk menunjang produktivitas karyawan perempuan di lingkungan kerja.

Melalui berbagai program tersebut, Telkom terus memperkuat budaya kerja yang inklusif sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan di tengah transformasi digital. (*/rls) 
  
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.