TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat (Kemenkum Jabar) melaksanakan agenda penting berupa Pengambilan Sumpah/Janji Setia Kewarganegaraan serta Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Notaris Pengganti pada Kamis, 23 April 2026.
Bertempat di Aula Soepomo, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, dengan didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, serta Kepala Bidang Pelayanan Administrasi Hukum Umum, Ave Maria Sihombing.
Dalam prosesi tersebut, sebanyak 4 orang Anak Berkewarganegaraan Ganda (ABG) resmi menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) setelah mengucapkan sumpah setia, sementara 12 orang Notaris Pengganti dilantik untuk mulai menjalankan tugas jabatan mereka di wilayah Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan bentuk kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan kepastian hukum.
Beliau menekankan bahwa status kewarganegaraan yang baru diperoleh membawa tanggung jawab besar bagi para pemohon untuk menaati hukum, menghormati hak asasi manusia, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional. Asep juga mengingatkan para WNI baru tersebut untuk segera menyelesaikan kewajiban administratif pada instansi terkait sebagai bentuk kepatuhan hukum yang nyata.
Beriringan dengan itu, pesan kuat juga disampaikan kepada para Notaris Pengganti yang baru dilantik.Kemenkum Jabar menuntut profesionalisme tinggi, kejujuran, dan integritas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Asep Sutandar mengingatkan agar para Notaris Pengganti selalu berpedoman pada peraturan perundang-undangan, terutama dalam menjaga keotentikan akta. Selain itu, sejalan dengan berlakunya Peraturan Menteri Hukum Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026, mereka diwajibkan menerapkan prinsip mengenali pengguna jasa secara cermat guna memperkuat akuntabilitas dan mencegah penyalahgunaan jabatan dalam praktik hukum di wilayah Jawa Barat.