PANGKALPINANG, BABEL NEWS - PT Timah (Persero) Tbk (TINS) memfasilitasi kunjungan investor untuk melihat langsung proses bisnis TINS, mulai dari aktivitas penambangan hingga pengolahan timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Hal ini sebagai upaya terus memperkuat transparansi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan.
Kunjungan tersebut diikuti oleh analis dari CGS International Sekuritas yang mendapatkan kesempatan untuk memahami secara lebih komprehensif rantai produksi timah.
Research Analyst CGS International Sekuritas, Joanne Ong, mengaku kunjungan tersebut memberikan kesan positif dan memperkaya pemahamannya terhadap industri timah.
“Ini sangat berkesan dan membantu untuk lebih memahami bisnis timah, terutama dalam melihat langsung proses produksinya,” ujarnya, seperti dilansir timah.com, 22 April 2026.
Joanne menambahkan, seluruh rangkaian proses produksi menjadi daya tarik utama dalam kunjungan tersebut.
“Melihat proses produksi sudah sangat menarik, ke depan mungkin akan lebih komprehensif jika bisa menyaksikan langsung penindakan terhadap aktivitas illegal mining,” tuturnya.
Sementara itu, Research Associate CGS International Sekuritas, Edward Halim, turut mengapresiasi keterbukaan PT Timah Tbk dalam memberikan akses informasi kepada investor.
Edward menilai, proses peleburan dan aktivitas tambang laut menjadi pengalaman paling menarik selama kunjungan.
Ia juga menyebut bahwa secara umum kunjungan ini telah memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai operasional perusahaan.
Dari sisi prospek, para analis menilai kinerja PT Timah Tbk dalam jangka pendek cukup positif, sementara itu dalam jangka panjang dinilai menjanjikan meskipun tetap terdapat tantangan dalam eksekusi.
“Prospek ke depan akan sangat bergantung pada tingkat produksi sehingga kami perlu terus memonitor faktor-faktor seperti aktivitas satgas dan jumlah kapal yang beroperasi, baik milik PT Timah maupun mitra,” kata Joanne.
Lebih lanjut, potensi pertumbuhan bisnis perusahaan dinilai masih terbuka, terutama melalui peningkatan volume produksi.
Namun, kepastian terkait dukungan operasional seperti satgas dan pengelolaan aset sitaan menjadi faktor penting dalam mendorong optimisme investor. (*/shi)