SMA Negeri 2 Belitang Hulu Dipastikan Masuk Revitalisasi Tahap I Tahun 2026
Try Juliansyah April 24, 2026 01:28 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Barat memastikan SMA 2 Belitang Hulu menjadi salah satu sekolah yang akan mendapatkan program revitalisasi pada tahun 2026 tahap pertama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kalbar, Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, mengatakan bahwa usulan revitalisasi sekolah tersebut sudah diajukan sejak awal tahun. 

Ia menjelaskan, respons cepat pun datang dari pihak kementerian. Tim dari Kemendikdasmen telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi kondisi SMA 2 Belitang Hulu. 

Selain itu, pada pekan depan, pihak sekolah dijadwalkan akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti pra-bimbingan teknis (bimtek).

Baca juga: Pengamat Pendidikan Apresiasi Inovasi Desa Sakti, Ingatkan Pentingnya Implementasi Berbasis Data

“Minggu depan kepala sekolah, bendahara, dan perencana akan diundang pra-bimtek di Jakarta. Dengan begitu, mereka dipastikan masuk penerima program revitalisasi tahap pertama tahun 2026,” jelasnya.

Faisal menjelaskan lebih lanjut bahwa, mekanisme penyaluran anggaran revitalisasi dilakukan dalam tiga tahap oleh kementerian. Untuk tahap pertama, pengumuman penerima akan dilakukan pada Mei hingga Juni 2026, dan SMA 2 Belitang Hulu dipastikan masuk dalam daftar tersebut.

“Untuk tahap pertama ini pengumuman penerima di Mei–Juni, dan SMA 2 Belitang Hulu sudah dipastikan masuk,” katanya.

Ia menambahkan, proses pembangunan ditargetkan mulai pada Juni 2026 dan rampung pada Desember 2026. Dalam pelaksanaannya, sekolah diberikan kewenangan untuk menunjuk pelaksana kegiatan secara swakelola.

“Sekolah bisa menunjuk pelaksana sendiri karena sifatnya swakelola. Dinas hanya mendorong agar sekolah mendapatkan program ini dan memastikan kelengkapan administrasi,” tambahnya.

Selain SMA 2 Belitang Hulu, sejumlah sekolah lain di Kalbar juga telah dipastikan mendapatkan program revitalisasi tahun ini, di antaranya SLB Sintang, SLB Parindu, serta SMA Negeri 1 Toho yang sebelumnya mengalami kebakaran. 

Namun, untuk tahapan administrasi lanjutan seperti penandatanganan MoU, baru dua SLB yang telah diundang pra-bimtek, sementara sekolah lainnya akan menyusul pada tahap berikutnya.

Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing sekolah. Opsi pembelajaran daring hingga pembagian waktu belajar pagi dan sore akan diterapkan guna memastikan proses pendidikan tetap berjalan.

“Pembelajaran akan disesuaikan, bisa daring atau dibagi sesi pagi dan sore jika memanfaatkan ruang kelas yang masih tersedia,” pungkasnya. (*)

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.