Rekaman CCTV Ungkap Detik-Detik Maut di Depan SMPN 12 Cirebon: Motor Oleng, Pelajar Tewas Terlindas
Mutiara Suci Erlanti April 24, 2026 07:11 AM

 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto


TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Rekaman kamera pengawas (CCTV) mengungkap detik-detik maut yang merenggut nyawa seorang pelajar di depan SMPN 12, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon, Kamis (23/4/2026) siang. 


Dalam hitungan detik, motor yang melaju kencang tiba-tiba oleng, menghantam kendaraan di depannya, lalu sang pengendara terpental ke jalur berlawanan sebelum akhirnya terlindas mobil.


Dua rekaman CCTV dari sudut berbeda memperlihatkan bagaimana peristiwa tragis itu terjadi begitu cepat.

Baca juga: 254 Jalan Rusak di Majalengka Diperbaiki Tahun Ini, Bupati Eman Suherman: Prosesnya Bertahap


Pada video pertama yang mengarah ke jalan raya, arus lalu lintas terlihat padat dari dua arah.


Sekitar pukul 14.18.57 WIB, sebuah sepeda motor melaju cukup kencang dari arah kanan ke kiri layar.


Hanya berselang beberapa detik, tepatnya pukul 14.19.00 WIB, motor tersebut tampak kehilangan kendali saat mencoba menghindari kendaraan di depannya.


Benturan keras pun tak terelakkan ketika motor menghantam bagian belakang atau samping kanan sebuah mobil pick-up putih yang berada di jalurnya.


Akibat benturan itu, pengendara langsung terpental ke aspal, sementara motornya terseret ke tengah jalan. Situasi mendadak kacau.


Kendaraan lain yang melintas langsung melambat, bahkan berhenti.


Sejumlah warga dan pengguna jalan tampak bergegas mendekat untuk memberikan pertolongan.

Baca juga: Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC, Maung Menang Tipis


Sementara itu, rekaman CCTV dari dalam sebuah warung di pinggir jalan menangkap momen yang tak kalah mengejutkan.


Pada pukul 14.18.58 WIB, kondisi di dalam warung terlihat normal.


Namun, satu detik kemudian, suara benturan keras terdengar dan membuat penjaga warung serta seorang anak kecil di dalamnya langsung terkejut.


Dari arah pintu, terlihat jelas tubuh korban sudah tergeletak di aspal, tepat di belakang mobil pikap.


Penjaga warung tampak panik dan bergegas keluar untuk memastikan kondisi korban, sementara warga mulai berdatangan dan mengerumuni lokasi kejadian.


Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.20 WIB dan melibatkan sepeda motor Yamaha F1ZR serta mobil Toyota Avanza yang datang dari arah berlawanan.


Kanit Gakkum Satlantas Polres Cirebon Kota, Ipda Rian Marfiliyanto mengatakan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat sepeda motor melaju dari arah Kota Cirebon menuju Kuningan.


“Kendaraan sepeda motor melaju dari utara ke selatan, kemudian menghindari kendaraan di depannya hingga oleng tidak terkendali dan jatuh ke jalur berlawanan,” ujar Rian, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026) malam.


Pada saat bersamaan, sebuah mobil Toyota Avanza datang dari arah berlawanan.


Tabrakan tak terhindarkan hingga korban terlindas dan mengalami luka berat di bagian kepala.


“Korban terlindas kendaraan yang datang dari arah berlawanan sehingga mengalami luka di bagian kepala dan meninggal dunia,” ucapnya.


Korban diketahui bernama M Hafidz (17), pelajar asal Kecamatan Kedawung, Kabupaten Cirebon.


Ia sempat dilarikan ke RS Ciremai, namun nyawanya tidak tertolong.


Dari hasil penyelidikan sementara, kecelakaan diduga dipicu kurangnya kewaspadaan kedua pengendara.


Selain itu, kondisi jalan yang lurus, arus lalu lintas yang padat karena berada di kawasan sekolah, serta tidak adanya pembatas jalan turut menjadi faktor pendukung.


Suasana mencekam sempat menyelimuti lokasi kejadian.


Dari foto amatir yang beredar, korban terlihat tergeletak di tengah jalan dengan posisi tertelungkup, masih mengenakan helm dan tas punggung.

Baca juga: Dua Lokasi dan Tata Cara Penukaran Tiket Pertandingan Persib Bandung VS Arema FC


Ceceran darah tampak di sekitar tubuhnya, sementara arus lalu lintas tersendat dan warga hanya bisa menyaksikan dari kejauhan.


Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, serta mengamankan sejumlah barang bukti termasuk kendaraan yang terlibat dan rekaman CCTV.


Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi guna melengkapi proses penyelidikan.


Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di kawasan dengan aktivitas tinggi seperti lingkungan sekolah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.