SRIPOKU.COM - Viral aksi Ferizka Utami melakukan pijat totok sirih terhadap bayi hingga menangis dan menjerit.
Aksi wanita yang karib disapa Ibu Ika pun belakangan menuai hujatan dari publik sampai dokter anak.
Bahkan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso sampai ikut berkomentar.
Aksi Ibu Ika pijat totok bayi dibagikan oleh ibu dari bayi tersebut yakni akun Intan Retno Safit.
Dalam akun TikTok @intan.retno.safit terlihat momen saat Ibu Ika memijat bayi dengan alat bantu totok dan sirih.
Tampak Ibu Ika mengetuk-ngetuk seluruh badan bayi tersebut dengan alat totok.
Ibu Ika juga mengusap kasar kepala bayi tersebut hingga sang bayi menangis kencang.
Bukan cuma itu, Ibu Ika terlihat menekan dada bayi mungil itu dengan keras.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Muratara, Pengendara Motor Tewas Mengenaskan Usai Gagal Menyalip Mobil Truk
Pijat totok sirih yang dilakukan Ibu Ika lantas membuat sang bayi terus menangis dari awal hingga akhir.
Melihat bayinya menangis, sang ibu justru fokus merekamnya.
Sang ibu malah mengucap syukur dan bercerita kalau ia sudah membawa bayinya pijak totok di Ibu Ika sejak umur 1 minggu.
"Abangnya anteng aja di totok kyai, ini adeknya belum apa apa udah nangis , MasyaAllah Tabarakallah,btw kl si adek dari umur 1 minggu udh di totok sama kyai, sehat selalu sayang," ungkap Intan.
Lebih lanjut, Intan pun mengurai efek samping pijat totok di Ibu Ika.
Kata Intan, bayinya jadi lebih mudah tidur nyenyak.
"Bissmillah,.jadwalnya dd ketemu kyai lagi,Alhamdulillah kl mlm bobok dah nyenyak ya dek," kata Intan.
Menanggapi video yang viral, dr rinal dhuhri atau dikenal sebagai dr Brewok ikut bereaksi.
Ia mengatakan tidak menyalahkan ibu dari bayi atau pemijatnya.
"Aku gak mau salahin siapapun, yang kuliat ibu yang lakukan terapis ini ngomong anaknya sering muntah yah, anaknya sering gumoh yah terus ditotok di bagian punggung, sampai digesek-gesek kepala entah pakai daun, entah pakai kayu entah pakai ujung tangannya, gak ngerti," katanya di video Instagram.
Dr Brewok juga menyoroti reaksi bayi yang menangis histeris.
"Dan anaknya itu nangis, itu entah rasa nyerinya gak tertahankan atau gak nyaman ketika dipegang sama orang asing," katanya.
Ia mengatakan mestinya siapapun harus menanyakan fungsi dan tujuan dari tindakan yang dilakukan pada tubuh saat berobat.
"Pernah gak ditanyakan ketika dibawa ke alternatif, kalau ditotok bagian ini saraf apa sih kok bisa anaknya tuh gak mual muntah lagi. Makanya kalau berobat kemanapun tanyain fungsi tindakannya apa, tujuannya apa, efek sampingnya apa, kalau masuk logika kalian baru kalian nerima tindakan apapun yang dilakukan, bukan pasrah," katanya.
Namun kini ia berpendapat bahwa sang ibu justru tidak mengetahui manfaat dari totok tersebut.
"Ini tujuannya gak ngerti, totok apa totok apa juga gak ngerti. Kalau memang gak masuk logika ya jangan. Kalau menurut sugesti kalian bagus silahkan, bebas," katanya.
Soal reaksi dokter ada akun wanita yang membela ibu bayi.
Intan pun mengucapkan terima kasih pada akun tersebut.
"Sehat selalu untuk anaknya mbak," tulisnya di postingan.
Melihat konten tersebut, Ketua IDAI dr Piprim tampak geram.
dr Piprim menyebut perbuatan Ibu Ika kepada bayi adalah hal yang jahat.
Karenanya, dr Piprim meminta publik untuk melapor ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia.
"Ih jahat amat orang ini.. Laporkan ke KPAI dong @kpai," kata dr Piprim.
Sebagai Ketua IDAI, dr Piprim pun bertindak usai viral video anak dipijat dengan keras oleh Ibu Ika.
Setelah menghubungi ikatan dokter anak di Sumatera Selatan, dr Piprim berhasil menemukan cara.
Yakni para dokter anak di Sumatera Selatan khususnya Palembang akan mendatangi Ibu Ika sore ini, Kamis (23/4/2026).
"Insyaallah sore ini tim IDAI Sumsel akan silaturahim ke ibu ini... Doakan bisa berhasil menyadarkan ya. Advokasi perlindungan anak dari kekerasan fisik," pungkas dr Piprim.