Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Nasib tragis menimpa Theresia Sate (95), seorang lansia di Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Korbanditemukan meninggal dunia setelah rumahnya ludes terbakar pada Kamis (23/4/2026) malam. Peristiwa kebakaran tersebut terjadi di RT 013/RW 003, Dusun Sari (Wolomude) sekitar pukul 22.00 WITA.
Bangunan rumah korban yang berukuran 4 x 6 meter dan berdinding bambu (halar) membuat si jago merah dengan cepat melahap seluruh konstruksi bangunan.
Kapolsek Kewapante, Iptu Chairil Syafar, melalui Bhabinkamtibmas Desa Langir, Bripka Yohanes Rinaldo Luga, menjelaskan bahwa kondisi fisik korban yang menderita stroke diduga kuat menjadi penyebab ia tidak mampu menyelamatkan diri saat api mulai berkobar.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di Desa Teka Iku, Sikka, Lansia Sakit Meninggal
Berdasarkan keterangan saksi, Etropia Yonas (67), yang merupakan keponakan korban, aktivitas di rumah tersebut awalnya berjalan normal. Sebelum kejadian, Theresia masih sempat makan malam bersama Etropia dan suaminya.
Korban masuk ke kamar untuk beristirahat sekitar pukul 21.00 WITA . Etropia dan suaminya kemudian beranjak ke rumah baru mereka yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
Sekitar pukul 22.00 WITA, saat hendak tidur, Etropia mendengar teriakan warga di seberang jalan yang meminta pertolongan karena adanya kebakaran.
Warga tiba di lokasi sekitar pukul 22.15 WITA, namun api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah. Upaya pemadaman dilakukan dengan peralatan seadanya.
Setibanya di lokasi, api sudah membesar. Warga berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan korban, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil," ujar Bripka Yohanes saat olah tempat kejadian perkara (TKP), Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Istri Ungkap Kronologi Kebakaran yang Tewaskan Pensiunan Guru di Keo Tengah
Setelah api berhasil dipadamkan secara manual oleh warga, jenazah Theresia ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam puing-puing bangunan. Jenazah korban kemudian dievakuasi setelah aparat dari SPKT Polsek Kewapante tiba di lokasi.
Polisi kini tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti munculnya api. Selain faktor material bangunan yang mudah terbakar, kondisi korban yang lumpuh akibat stroke menjadi faktor utama tingginya fatalitas dalam musibah ini.