KDM Disentil Sekjen SPP soal Dugaan Penganiayaan Sesepuh Cikatomas, Dinilai Sebarkan Info Keliru
Seli Andina Miranti April 24, 2026 03:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang kerap disebut KDM disentil Sekjen Serikat Petani Pasundan (SPP) terkait viralnya dugaan penganiayaan terhadap seorang sesepuh atau ajengan di Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

KDM dinilai telah ikut serta menyebarkan informasi yang keliru terkait insiden dugaan penganiayaan terhadap sesepuh atau ajengan Abdul Yani yang terjadi pada Rabu (15/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sekjen SPP, Agustiana. Ia menegaskan orang nomor satu di Jawa Barat itu telah ikut serta menggiring opini masyarakat terhadap peristiwa yang belum jelas kebenarannya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Terjunkan 130 Penyapu Baru, 1 Petugas Bersihkan 300 Meter Jalan Bantu Walkot Farhan

Agustiana meyakini korban tidak mengalami aksi kekerasan, karena saat terjadi gesekan antarwarga di lokasi, yang bersangkutan sudah tidak berada di tempat kejadian. 

"Betapa sekarang ini sosmed luar biasa penipuannya. (Bahkan) Semakin viral setelah KDM upload. Saya sedang merumuskan untuk menuntut gubernur. Masuk unsur penyebaran fitnah atau tidak," ujarnya saat ditemui Tribun Jabar di Sekretariat SPP Kabupaten Garut, Kamis (23/4/2026).

Ia menuturkan, pihak yang berwenang memberikan keterangan atas peristiwa tersebut seharusnya kepolisian, bukan gubernur.

Menurutnya, narasi yang diunggah gubernur seharusnya menenangkan masyarakat, bukan justru memberi kesan seolah pelaku telah ditangkap, sehingga memicu anggapan publik bahwa yang bersangkutan benar-benar pelaku.

"Padahal bukan ditangkap juga, saya yang serahkan untuk diperiksa, biar jelas. Silakan proses transparan terbuka, silahkan pengacara dari korban datang," ungkapnya.

Agustiana juga meminta keluarga korban atau kuasa hukum untuk segera membuat laporan resmi dan melakukan visum.

Hal tersebut, kata dia, agar kasus ini dapat ditangani secara jelas dan transparan, sekaligus memastikan kebenaran peristiwa yang sebenarnya terjadi.

"Saya tidak takut oleh pendukung KDM, ini adalah kebenaran yang harus ditegakkan," katanya.

Baca juga: Farhan Akui dan Legawa Disentil KDM Soal 1.500 Penyapu Sampah Tidak Efektif, Ungkap Alasan Sistem

Sebelumnya, seorang pria bernama Abdul Yani (70) diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang warga bernama Supriadi alias Abang yang disebut tergabung dalam Serikat Petani Pasundan (SPP).

Ajengan Yani diketahui merupakan warga Kampung Surian, Desa Cayur, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.

Kasus ini sempat viral di media sosial, khususnya Facebook, melalui video yang memperlihatkan seorang kiai sepuh di Cikatomas mengalami luka-luka yang disebut akibat penganiayaan oleh sejumlah preman.

Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook Yaya Abdul Halim, dengan narasi bahwa telah terjadi aksi penganiayaan terhadap seorang kiai di wilayah tersebut hingga mengalami sejumlah luka.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.