TRIBUNMANADO.CO.ID - Puluhan warga usia lanjut di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi Kantor Dinas Pariwisata di Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kamis (23/4/2026).
Didominasi perempuan, mereka melakukan pertemuan dan berbicara banyak hal di ruang kerja Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Jein Baranting.
Sosok Kadis Pariwisata Kabupaten Minut Jein Barantian, sudah tak asing lagi di Dinas tersebut.
Ia pernah menduduki jabatan Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Minut.
Kemudian pada Senin (25/9/2025) dilantik dan diambil sumpah sebagai Kepala Bagian Umum Setdakab Minut.
Jein juga tercatat pernah berkiprah di lingkup Pemerintah Kota Manado.
Pernah menduduki posisi sebagai Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Manado, Kepala Bidang Pengembangan Industri Pariwisata di Dinas Pariwisata Kota Manado.
Dan pada hari Selasa (21/4/2026) kemarin, Jein kembali di Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara sebagai Kepala Dinas.
Jein dilantik dan diambil sumpah janji jabatan sebagai Kadis Pariwisata Minut, oleh Bupati Minut Dr Joune Ganda melalui Sekda Minut Novly Wowiling.
Terkait dengan kehadiran puluhan warga yang bertemu Kepala Dinas Pariwisata Minut Jein Barantian, ternyata mereka merupakan pengurus Paimpuluan Nuwu Ne Tonsea (PNNT) Minahasa Utara.
PNNT merupakan lembaga adat dan wadah perkumpulan masyarakat sub-etnis Tonsea, khususnya di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), yang fokus pada pelestarian bahasa, tradisi, dan kebudayaan.
Terkait pertemuan tersebut, kepada wartawan Jumat (24/5/2026) Ketua PNNT Minut Ferdy Wenas bilang, itu merupakan silahturahmi sekaligu berkenalan, PNNT Kabupaten Minut dengan Kepala Dinas Pariwisata yang baru.
PNNT Minut memberikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya terhadap program di Dinas Pariwisata Kabupaten Minut.
"Khususnya yang berhubungan atau berkaitan dengan pengembangan budaya di Minahasa Utara," kata Ketua PNNT Minut Ferdy Wenas.
Lanjutnya, akan ada banyak program kegiatan budaya, yang akan digelar PNNT Minut bekerjasama dengan Dinas Pariwisata.
"Satu di antaranya ritual adat Sumela Kure. Kegiatan Budaya tersebut oleh PNNT Minut, berencana akan dilaksanakan di Raewaya Hills Kelurahan Airmadidi Atas Kecamatan Airmadidi, akhir bulan Mei 2026," jelasnya.
Sumela Kure atau sering disebut Sumela Kure dalam dialek Tonsea adalah salah satu upacara adat tradisional yang berasal dari Minahasa Utara, khususnya pada masyarakat etnik Tonsea.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Minahasa Utara Jein Barantian sampaikan, terkait dengan suporting sistem dari PNNT untuk pelestarian Budaya di Minut sangat postif dan bagus.
"Selaras dengan Program Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Minut JGKWL (Joune Ganda - Kevin W Lotulung)," kata Kadis Pariwisata Minut Jein Barantian.
Terpisah Sekretaris PNNT Minut Max Pinontoan menambahkan, personel PNNT saat ini jumlahnya 300an.
"Khusus di 10 Kecamatan di Minut, tersebar di 10 ada tutor pengajar Bahasa Tonsea. PNNT sangat dekat dengan adat dan budaya di Minut," tambahnya.
(TribunManado.co.id/Crz)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK